I'm a very private person
If you don't ask, I won't tell.
-Sendysaga
Menjadi Introvert yang Keren
Berdasarkan
referensi yang dimiliki Sendy Saga, jumlah total manusia dengan kepribadian
Introvert ialah sekitar 10% – 25%. Selain itu, kaum Introvert hidup di dunia
yang didominasi oleh kaum Ekstrovert, sehingga wajar apabila sebagian besar
kaum Introvert dianggap tidak dapat bergaul, anti sosial, pemalu, sombong,
bahkan aneh.
Mengutip
dari dua minibook karangannya yang berjudul Introvert Side dan Tutorial
Jadi Keren, mengatakan bahwa Introvert bukanlah sebuah kekurangan atau
anggapan-anggapan lain yang dijelaskan di atas, entah tidak dapat bergaul, anti
sosial, pemalu, sombong, maupun aneh. Melainkan, introvert adalah kecenderungan
mereka dalam mengisi kembali dirinya.
Menurut
narasumber berdasarkan pengalaman pencarian jati diri, Introvert yang keren
ialah mereka yang dapat menerima ke-Introvertannya, bukan mereka yang
menganggap kepribadian Introvert sebagai sebuah kutukan ataupun kekurangan. Self
acceptance.
Mengolah Passion yang Berkualitas
Dalam
dunia pertemanan, kaum Introvert cenderung mengutamakan kualitas dibandingkan
kuantitas. Kualitas dalam dunia pertemanan yang dimaksud ialah menghabiskan
waktu untuk membahas sesuatu hal secara lebih dalam dan akan lebih kondusif.
Memanfaatkan resource yang mereka miliki dengan sebaik-baiknya.
Passion
sendiri ialah sebuah proses. Sebab, ada seseorang yang sejak kecil telah
berhasil menemukan passionnya, ada pula yang menjelang remaja baru memulai
dalam pencarian passion, dan bahkan ada di antara orang dewasa yang belum juga
menemukan passionnya. Seiring berjalannya waktu dan banyaknya proses panjang
yang telah dilalui, tentu passion akan melalui setiap tahapannya.
Salah
satu passion yang berkualitas ialah ketika dalam sebuah kelompok pertemanan,
seseorang tidak hanya memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, melainkan juga
daoat memberikan manfaat bagi teman-teman di sekitarnya.
Seperti
narasumber dalam ilustrasi-ilustrasinya, dia dapat memproduksi konten-konten yang
bermanfaat, seperti pada ayoohijrah, rumaysho, iqomic, info beasiswa, serta
konten di Instagramnya sendiri, yakni @sendysaga. Dari konten-konten
tersebutlah, dia banyak belajar untuk menerapkannya, baik untuk dirinya sendiri
maupun lingkungan sekitar.
Cara Menghadapi Tantangan
Menurut
narasumber, cara menghadapi sebuah tantangan ialah dengan endure, master
wayne, salah satu kutipan favoritnya dalam film Batman. Bertahan dengan
beban tantangan yang ada, tetap berproses, dan senantiasa belajar. Karena, berkembang
merupakan proses yang cukup melelahkan dan menyakitkan, serupa adonan roti yang
akan melalui serangkaian proses sebelum pada akhirnya menjadi roti yang dapat
dinikmati.
Narasumber
selalu percaya pada:
لا
يكلف الله نفسا الا وسعها
“Allah tidak akan membebani seseorang di luar kemampuannya.”
-Q.S.
Al-Baqarah: 286
فان
مع العسر يسر
“Karena, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
-Q.S.
Alam Nasyroh: 5
Sebagai
seorang Introvert, narasumber mencoba untuk tidak terlalu memikirkan
pembicaraan orang lain yang menyudutkan dirinya, meski terkadang ada beberapa
yang menyentuh pedalaman hatinya, tetapi dia tetap berusaha melawannya dengan
afirmasi, “Aku harus berkembang lebih baik”.
Berkembang
itu proses, dan setiap manusia tentunya akan melewati fase ini dengan caranya
masing-masing, meski terkadang tantangan membuat seseorang merasa lelah, sakit,
ataupun jatuh berkali-kali, tetapi tetaplah untuk senantiasa berbaik sangka
atas setiap skenario-Nya.
Berbeda? Tidak Apa-Apa.
Narasumber
menuturkan, bahwa sebagai kaum Introvert tidaklah mengapa apabila dipandang
berbeda dari sebagian besar manusia. Sebab, Introvert memiliki kemampuan lebih
untuk bertahan menghadapi suatu masalah yang sedang dihadapi, serta memiliki
perencanaan yang baik sehingga sangat bermanfaat, baik di dunia organisasi
maupun di sebuah perusahaan.
Introvert
biasanya lebih mengisi kepada hal-hal strategis dan pengembangan dasar, serupa
dengan apa yang telah dilakukan oleh kaum Introvert besar di dunia, baik dalam
bidang science, entrepreneur, maupun teknologi. Tokoh sukses dengan
kepribadian Introvert tersebut, di antaranya
Albert Einsttein, Bill Gates, dan Elon Musk.
Kemampuan
kaum Introvert juga saling melengkapi dengan kemampuan yang dimiliki oleh kaum
Ekstrovert, baik dalam hal bersosialisasi maupun dalam hal public speaking.
Narasumber
mengajarkan kaum Introvert untuk senantiasa bersyukur, salah satunya ialah
mensyukuri kepriadian yang dimiliki. Meski berbeda dengan kaum mayoritas,
tetapi berusaha keraslah untuk senantiasa mencari potensi yang ada dalam diri,
agar suatu hari kaum Introvert tidak hanya dipandang sebelah mata.
➷ For more information,
Please follow @intoverted.room
