Hidup bahagia ialah
dengan senantiasa berpikir dan berperasaan positif.
-Rhmadara
Berdasarkan referensi yang diambil narasumber dari buku karangan
Cahyo Satria Wijaya berjudul Think Possitive, Feel Possitive, and Get Possitive
Life, beliau mengatakan bahwa hidup bahagia iaalah dengan senantiasa berpikir
dan berperasaan positif. Analoginya serupa lokomotif kereta api, tindakan
manusia digambarkan sebagai gerbongnya, karena arah laju gerbong ditentukan
oleh lokomotif. Hal ini berkaitan erat dengan apa yang manusia lakukan,
terlepas baik atau buruknya suatu perbuatan yang dilakukan manusia, semua
kembali kepada pikiran masing-masing manusia.
Berpikir positif sendiri merupakan pikiran yang dapat membangun
dan memperkuat karakter. Karena, pikiran positif akan membawa manusia dalam
mencari dan memperoleh kekuatan baru dalam diri. Selain itu, narasumber
mengatakan bahwa Anda adalah apa yang Anda pikirkan. You are what you believe. Pernyataan tersebut selaras dengan hadits
Muttafaqun ‘Alaih, “Aku sesuai prasangka hamba pada-Ku”.
Manfaat yang Diperoleh dari Berpikir Positif
Salah satu alasan mengapa kita harus senantiasa berpikir positif
ialah karena ketika manusia ingin menjadi figur yang sukses maka camkan dalam
diri untuk senantiasa berpikir positif sekali pun kegagalan selalu berulang dating.
Karena, trauma, rendah diri dan tidak percaya diri adalah pemicu utama
munculnya pikiran negatif.
Berpikir positif merupakan salah satu kekuatan yang paling dahsyat
dalam mengaktifkan faktor nilai tambah dalam diri seseorang. Ketika manusia
berpikir postif, maka akan semakin optimis. Semakin optimis sifatnya, maka akan
semakin positif pula hasil yang diperoleh.
Tokoh Sukses dalam Berpikir Positif
Narasumber mengatakan bahwa ada banyak sekali tokoh yang berhasil
dalam berpikir positif, mereka di antaranya adalah orang-orang dengan latar
belakang penemu dan pengusaha. Salah satu contohnya ialah Thomas Alva Edison,
di masa kecil prestasinya tidak gemilang, tetapi kegigihannya dapat membawa
seorang Thomas pada penemuan-penemuan rekayasa elektikal dan mekanikal yang mana
tidak kurang dari 1000 yang telah berhasil dipatenkan.
Ketika Thomas mencetak sekitar tujuh ratus delapan puluh kali
kegagalan dalam membuat bola lampu pijar, dia tidak mengatakan bila itu adalah
tujuh ratus delapan puluh kali kegagalan, melainkan dia selalu mengatakan bila
itu penemuan baru dan selalu berusaha untuk kembali memperbaikinya. Begitu pula
ketika pabriknya terbakar dan hanya tersisa puing-puing, dia mengatakan pada
seluruh pegawainya bila memang sudah saatnya dia mengubah pabrik lama menjadi
pabrik baru yang lebih baik, tanpa perlu melakukan renovasi. Sekarang pabrik
tersebut dikenal dengan General Electric yang saat ini dipimpin oleh Jeff
Immelt.
Narasumber juga menambahkan bahwa masih terdapat banyak lagi tokoh
dunia yang senantiasa berpikir positif. Berikutnya ialah ummat Islam yang mana
tidak berputus asa ketika dikalahkan oleh tentara Quraisy pada masa perang Uhud,
karena itu Allah menjanjikan kemenangan selam mereka tidak merasa rendah diri. Hal
ini selaras dengan Q.S. Ali ‘Imran ayat 139, “Janganlah kamu bersikap lemah,
dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang
paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”.
Pentingnya Berpikir Positif
Penting sekali, tutur narasumber. Karena akan banyak manfaat yang
kita peroleh dari berpikir positif, di antaranya:
1.
Kesehatan jiwa dan raga akan meningkat
2.
Melemahkan gen yang akan berpotensi menimbulkan penyakit
3.
Lebih percaya diri dan lebih siap dalam menjalani kehidupan
4.
Tidak mudah putus asa dan lebih tegar
5.
Membangun rasa toleransi dan empati
6.
Menjadikan hidup lebih terasa ringan dan rileks
Tips Menciptakan Pola Pikir yang Positif
Narasumber mengatakan bahwa setiap manusia diberi waktu yang sama,
yakni dua puluh empat jam sehari, seribu empat ratus empat puluh menit, dan
delapan juta enam ribu empat ratus detik. Lantas apa yang kita lakukan untuk
mengisi waktu sebanyak itu yang sudah kita dapatkan? Apakah hanya untuk tidur,
bekerja, bersantai, menuntut ilmu, menolong orang lain, beribadah, atau
bergunjing? Tentu, salah satunya ialah untuk berpikir positif.
Cara agar senantiasa berpikir positif, di antaranya:
1.
Kenali Diri
Kenali
apa saja minat, keterampilan, kemampuan, juga potensi yang dimiliki.
2.
Berikan Afirmasi Positif
Selalu
ucapkan “saya ingin sukses” sebagai langkah nyata serta buatah afirmasi positif
selama satu bulan, berupa satu hari satu afirmasi. Contoh kecilnya ialah hari
pertama ingin berharga di mata diri sendiri dan orang lain.
3.
Membayar Harga Kesuksesan yang Diperoleh
Semua
hal menuntut bayaran, sama halnya dengan kesuksesan yang telah diperoleh. Kesuksesan
meminta bayaran dan pengorbanan. Lantas, apa pengorbanan yang harus dilakukan? Ialah
dengan keluar dari zona nyaman.
4.
Belajar dari Tokoh Sukses
Motivasi Agar Tidak Mudah Patah Semangat
Kegagalan tidak pernah sama dengan
kehilangan. Kegagalan bukan akhir dari segala proses yang telah dilakukan,
meski selalu berakhir dengan kecewa. Lihatlah tokoh-tokoh sukses di sekitar
kita, apakah mereka pernah gagal dalam memperjuangkan apa yang diinginkan dalam
hidup? Tentu jawabannya adalah pernah.
Narasumber menuturkan bahwa salah satu
kunci agar tidak mudah patah semangat ialah dengan senantiasa menganalisis
kesalahan apa yang sebenarnya membuat kegagalan itu hadir, dari analisis
tersebut manusia dapat mencari cara dalam memperbaiki diri dan menemukan
formula yang lebih efektif untuk mencapai sebuah kesuksesan.
Dan, ketika gagal, mulailah dengan
melakukan re-motivation. Beberapa caranya
ialah:
1.
Self
Monitoring
Melihat apa saja yang telah dikerjakan dan hal apa
saya yang merupakan tindakan atau kebiasaan dari sikap yang perlu untuk diubah.
2.
Self
Evaluation
Tentukan apa saja yang ingin diubah dan dicapai. Selanjutnya
tntukan tindakan apa yang harus dilakukan untuk memenuhi kriteria tersebut.
3.
Self
Re-inforcement
Jika telah berhasil mengubah butir demi butir
kebiasaam, maka sikaplah yang akan memberi reward kepada diri sendiri. Sebaliknya,
apabila senantiasa melakukan kebiasaan yang seharusnya ditinggalkan, maka sikap
harus menghukum dirinya sendiri.
Meminimalisir Negative Thinking
Setiap kali pikiran negative mencoba
memasuki pikiran, maka lekas menggantinya dengan pikiran positif. Dan, jangan
pernah menyerah. Selain itu, buanglah informasi negative dengan belajar mengonsumsi informasi positif,
berupa berita-berita yang dapat membangkitkan optimism, bergaul dengan banyak
orang yang selalu memberikan masukan positif.
➴ For more information,
please follow @intoverted.room
