Blue Hair Girl, Cute

Thursday, January 9, 2020

NOTULENSI DI: Belajar Menghargai Orang Lain


"Berbagi, tumbuh tanpa henti untuk menebar manfaat di bumi-Nya."
-Riski Laraswati



Cara Sederhana Menghargai Sesama
Menurut penuturan Mbak Kiki—sapaan akrab dari Riski Laraswati—cara paling sederhana dalam menghargai sesama ialah dengan menghargai diri kita sendiri terlebih dahulu. Karena, hakikatnya diri kita pun membutuhkan pengakuan untuk dihargai dengan cara yang sederhana pula tentunya, yakni cukup dengan mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada tubuh kita. Yang perlu diingat ialah ada hukum sebab akibat di kehidupan ini, sehingga apabila kita menginginkan suatu bentuk penghargaan dari orang lain, maka kita pun perlu menghargai orang lain.

Penyebab Seseorang Sukar Menghargai Sesama
Narasumber menuturkan bahwa pada zaman sekarang ini, sikap seseorang jauh lebih tak acuh terhadap sesama, hal ini dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK yang membuat manusia lebih asyik dengan gadget ketimbang bercengkrama dengan orang lain. Banyak di antara kita yang kurang peka terhadap sesama, tidak menghargai atas dasar strata sosial yang berbeda, atau disebabkan hal lain yang dianggap buruk menurut pandangan beberapa orang di antara kita.
Sebagai salah satu contoh, salah seorang teman dari narasumber merupakan korban dari tindak kejahatan seksual yang kemudian berdampak fatal, yakni kehamilan yang mungkin saja tidak pernah diinginkan. Deritanya tak berhenti sampai di sana, ia kemudian divonis dokter mengidap HIV/AIDS. Namun, bukan kepedulian yang ia peroleh dari orang-orang sekitar, justru sebaliknya: ia dikucilkan.

Cara Sederhana Menyikapi Seseorang yang Sukar Menghargai Sesama
Hakikatnya, kita tidak benar-benar bisa memaksa semua orang untuk suka dengan diri kita, tutur narasumber. Sangat mustahil. Begitu pula kebaikan yang telah kita lakukan tidak selamanya dapat dianggap positif oleh sebagian besar orang. Jadi, biarkan saja. Karena, kebaikan yang kita lakukan bukan sebagai pembuktian bahwa kita adalah orang baik. Jadi, tetaplah berbuat baik, meski tidak dihargai, sebab hakikatnya yang kita lakukan adalah kebaikan untuk diri kita sendiri.
Allah berfirman:
“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (Surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni Surga, mereka kekal di dalamnya.” –Q.S. Yunus: 26
Lakukan kebaikan sekecil apapun itu, karena kita tidak pernah tahu kebaikan mana yang akan mengantarkan diri ini ke Surga-Nya. Dan, terlebih lagi jangan pernah berharap untuk dihargai oleh sesama atas kebaikan yang telah kita lakukan. Sebaliknya, lakukanlah semata-mata untuk-Nya, bukan karena ingin mendapatkan pujian dari orang lain.

Tips Agar Senantiasa Istiqomah dalam Tilawah, seperti ODOJ
Sebagai seorang introver, narasumber mencoba membuka diri dengan mengikuti berbagai komunitas di Pemalang. Meski, ia sebetulnya menyadari bila zona nyamannya ketika ia benar-benar sendiri, seperti menuliskan apa-apa saja yang ingin ia tulis. Menulis seperti sebuah obat yang berhasil membuatnya merasa lega dan baik-baik saja, setelah sebelumnya sempat berkecamuk di dalam otak.
Salah satu komunitas yang ia ikuti sampai sekarang ini ialah One Day One Juz (ODOJ). Di One Day One Juz cabang Pemalang sendiri, ia diberi amanah untuk masuk ke dalam divisi promas. Sebagai seorang pengurus, ia merasa memiliki tanggung jawab selain menjaga tilawahnya. Salah satunya ialah dengan menyusun agenda-agenda di setiap kegiatan One Day One Juz, juga mencari narasumber sebagai pemateri kegiatan.
Bergabung dengan komunitas One Day One Juz cabang Pemalang membuka pandangannya, karena ia dengan cepat memiliki saudara-saudari dari berbagai profesi yang tentunya tidak sama. One Day One Juz sendiri terdiri dari beberapa program tilawah, di antaranya ODOJ, ODALF, dan ODOJ STAR. Ia berharap membaca Al-Qur’an bukan hanya menjadi sebuah budaya, melainkan juga kebutuhan ummat muslim di seluruh dunia. Apabila kita mampu berlama-lama di depan layar gadget, lantas mengapa tidak dengan tilawah?

Tentang Komunitas Warung Sedekah
Tidak hanya aktif berkecimpung di komunitas One Day One Juz cabang Pemalang, narasumber juga aktif menjadi relawan di komunitas Warung Sedekah. Di mana program dari Warung Sedekah ialah melakukan aksi berbagi nasi untuk dhuafa, yatim piatu, fakir miskin, dan para pejuang nafkah keluarga setiap hari Jumat dan Minggu. Aksi tersebut ada, karena hasil donasi dari para donatur. Dan, seperti ada kepuasan tersendiri ketika ia melihat senyum terkembang dari para penerima secara langsung, juga ucapan selamat dan doa bagi para relawan. Sungguh, sebuah rasa yang tidak pernah bisa dilontarkan dengan kata-kata, tuturnya.


 For more information,
     please follow @introverted.room

Notulensi DI: "Memulai Karya Lewat Menulis"

  Diskusi Introverted Room Memulai Karya Lewat Menulis Oleh: Indriyani Sabtu, 5 Juni 2021         Profil Narasumber: Indri...