"Berbagi, tumbuh tanpa henti untuk menebar manfaat di bumi-Nya."
-Riski Laraswati
Cara Sederhana Menghargai Sesama
Menurut
penuturan Mbak Kiki—sapaan akrab dari Riski Laraswati—cara paling sederhana
dalam menghargai sesama ialah dengan menghargai diri kita sendiri terlebih
dahulu. Karena, hakikatnya diri kita pun membutuhkan pengakuan untuk dihargai
dengan cara yang sederhana pula tentunya, yakni cukup dengan mensyukuri apa
yang telah Allah berikan kepada tubuh kita. Yang perlu diingat ialah ada hukum
sebab akibat di kehidupan ini, sehingga apabila kita menginginkan suatu bentuk
penghargaan dari orang lain, maka kita pun perlu menghargai orang lain.
Penyebab Seseorang Sukar Menghargai Sesama
Narasumber
menuturkan bahwa pada zaman sekarang ini, sikap seseorang jauh lebih tak acuh
terhadap sesama, hal ini dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK yang membuat
manusia lebih asyik dengan gadget ketimbang
bercengkrama dengan orang lain. Banyak di antara kita yang kurang peka terhadap
sesama, tidak menghargai atas dasar strata sosial yang berbeda, atau disebabkan
hal lain yang dianggap buruk menurut pandangan beberapa orang di antara kita.
Sebagai salah
satu contoh, salah seorang teman dari narasumber merupakan korban dari tindak
kejahatan seksual yang kemudian berdampak fatal, yakni kehamilan yang mungkin
saja tidak pernah diinginkan. Deritanya tak berhenti sampai di sana, ia
kemudian divonis dokter mengidap HIV/AIDS. Namun, bukan kepedulian yang ia
peroleh dari orang-orang sekitar, justru sebaliknya: ia dikucilkan.
Cara Sederhana Menyikapi Seseorang yang Sukar Menghargai
Sesama
Hakikatnya,
kita tidak benar-benar bisa memaksa semua orang untuk suka dengan diri kita,
tutur narasumber. Sangat mustahil. Begitu pula kebaikan yang telah kita lakukan
tidak selamanya dapat dianggap positif oleh sebagian besar orang. Jadi, biarkan
saja. Karena, kebaikan yang kita lakukan bukan sebagai pembuktian bahwa kita
adalah orang baik. Jadi, tetaplah berbuat baik, meski tidak dihargai, sebab
hakikatnya yang kita lakukan adalah kebaikan untuk diri kita sendiri.
Allah
berfirman:
“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang
terbaik (Surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka
tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah
penghuni Surga, mereka kekal di dalamnya.” –Q.S. Yunus: 26
Lakukan
kebaikan sekecil apapun itu, karena kita tidak pernah tahu kebaikan mana yang
akan mengantarkan diri ini ke Surga-Nya. Dan, terlebih lagi jangan pernah
berharap untuk dihargai oleh sesama atas kebaikan yang telah kita lakukan.
Sebaliknya, lakukanlah semata-mata untuk-Nya, bukan karena ingin mendapatkan
pujian dari orang lain.
Tips Agar Senantiasa Istiqomah dalam Tilawah, seperti
ODOJ
Sebagai
seorang introver, narasumber mencoba membuka diri dengan mengikuti berbagai
komunitas di Pemalang. Meski, ia sebetulnya menyadari bila zona nyamannya
ketika ia benar-benar sendiri, seperti menuliskan apa-apa saja yang ingin ia
tulis. Menulis seperti sebuah obat yang berhasil membuatnya merasa lega dan
baik-baik saja, setelah sebelumnya sempat berkecamuk di dalam otak.
Salah satu
komunitas yang ia ikuti sampai sekarang ini ialah One Day One Juz (ODOJ). Di One
Day One Juz cabang Pemalang sendiri, ia diberi amanah untuk masuk ke dalam
divisi promas. Sebagai seorang pengurus, ia merasa memiliki tanggung jawab
selain menjaga tilawahnya. Salah satunya ialah dengan menyusun agenda-agenda di
setiap kegiatan One Day One Juz, juga
mencari narasumber sebagai pemateri kegiatan.
Bergabung
dengan komunitas One Day One Juz
cabang Pemalang membuka pandangannya, karena ia dengan cepat memiliki
saudara-saudari dari berbagai profesi yang tentunya tidak sama. One Day One Juz sendiri terdiri dari
beberapa program tilawah, di antaranya ODOJ, ODALF, dan ODOJ STAR. Ia berharap
membaca Al-Qur’an bukan hanya menjadi sebuah budaya, melainkan juga kebutuhan
ummat muslim di seluruh dunia. Apabila kita mampu berlama-lama di depan layar
gadget, lantas mengapa tidak dengan tilawah?
Tentang Komunitas Warung Sedekah
Tidak hanya
aktif berkecimpung di komunitas One Day
One Juz cabang Pemalang, narasumber juga aktif menjadi relawan di komunitas
Warung Sedekah. Di mana program dari Warung Sedekah ialah melakukan aksi
berbagi nasi untuk dhuafa, yatim piatu, fakir miskin, dan para pejuang nafkah
keluarga setiap hari Jumat dan Minggu. Aksi tersebut ada, karena hasil donasi
dari para donatur. Dan, seperti ada kepuasan tersendiri ketika ia melihat
senyum terkembang dari para penerima secara langsung, juga ucapan selamat dan
doa bagi para relawan. Sungguh, sebuah rasa yang tidak pernah bisa dilontarkan
dengan kata-kata, tuturnya.
➴ For more information,
please follow @introverted.room
