Notulensi Diskusi Introvert
Mengatasi Futur Untuk Anak Muda
Oleh Akbar Ditya Ridhani owner @istgfr.id
15 Agustus 2020
Profil Narasumber:
Akbar Ditya Ridhani,
yang berasal dari kota Palangkaraya. Beliau adalah pemilik dari official account @istigfr.id.
Seorang mahasiswa S-1
jurusan Pendidikan Matematika di Universitas Palangka Raya, Akbar Ditya Ridhani
juga sekaligus seorang yang giat melakukan dakwah lewat oa medsosnya.
Mottonya adalah,
"Banyakin istighfar, kita semua pendosa".
Pendahuluan
Baik, sebelum memasuki materi perlu saya sampaikan disini bukan maksud saya menggurui. Mungkin disini banyak teman-teman yang lebih faqih dan lebih tau dari saya dalam perkara ini. Jadi jikalau dalam penyampaian nanti terdapat kekeliruan dari saya, silahkan dikoreksi bersama
.
Jadi malam ini lebih ke sharing, dan sebagai reminder bagi diri saya pribadi dan semoga ada kebaikan yang bisa teman-teman ambil
.
Pengertian futur dan sedikit contohnya bisa teman-teman baca pada gambar di atas!
.
Futur ini mungkin hampir sama dengan istilah anak zaman sekarang yaitu "mager" tapi futur lebih ke perkara ibadah dan ketaatan kita sebagai seorang muslim.
.
Semua dari kita pasti pernah mengalami hal ini, terutama biasanya pada saat bulan ramadhan. Pada awal ramadhan kita begitu bersemangat melakukan kebaikan, tadarus al-qur'an dsb. Akan tetapi, begitu mulai memasuki pertengahan ramadhan sudah mulai malas-malasan, tidak tadarusan lagi malah lebih banyak tidur. Nah, itu salah satu diri kita sudah mulai terjangkit yang namanya futur.
.
Demikian sekilas penjelasan singkat dari saya mengenai pengertian futur dan beberapa contohnya.
Lalu apakah penyebab futur?
Faktor utama yang menyebabkan seseorang menjadi futur adalah kemaksiatan. Perbuatan maksiat membuat hati tertutupi oleh kefasikan yang menyebabkan fisiknya malas untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah.
.
Adapun beberapa penyebab futur lainnya, diantaranya adalah:
1. Berlebih-lebihan dalam hal mubah
Mubah yaitu perbuatan yang tidak mendatangkan pahala maupun dosa. Misalnya sibuk bermain game. Melakukan hal yang tidak mendatangkan manfaat sangat rawan menjadikan seseorang terkena futur
2. Sedikit mengingat akhirat
Orang yang sedikit mengingat akhirat pasti lalai akan mempersiapkan bekal untuk akhirat
3. Bersahabat dengan orang-orang yang tidak baik
Rasulullah pernah bersabda: "Seseorang sangat dipengaruhi oleh teman dekatnya, maka hendaklah ia melihat (selektif) dengan siapa ia berteman." (HR. Abu Daud)
.
Demikian beberapa penyebab futur pada anak muda
Apa saja dampak buruk dari futur ini?
Sangat rugi karena waktu kita terbuang sia-sia tanpa mendapatkan pahala. Karena futur menyebabkan seseorang bermalas-malasan dalam melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Sekiranya futur tidak ditangani atau dibiarkan, ia akan menjadi suatu tabiat.
.
Apabila seseorang itu berlama-lama dalam keadaan futur sehingga menjadi tabiat (kebiasaannya), maka ia tergolong orang yang sangat merugi dan kita tidak tau sampai kapan usia kita. Dan jika sudah terbiasa futur ia akan menanggung resiko besar yaitu mati dalam keadaan futur
.
Ini yang paling kita takuti, karena Allah menilai kita berdasarkan akhir perbuatan.
.
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar lagi dibenarkan, “Sesungguhnya setiap kamu dihimpunkan kejadiannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, lalu berubah menjadi segumpal darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan kepadanya ruh dan diperintahkan untuk mencatat empat perkara: mencatat rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, sesungguhnya di antara kamu ada orang yang melakukan perbuatan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, akan tetapi catatan mendahuluinya, akhirnya dia melakukan perbuatan ahli neraka, ia pun masuk ke neraka. Sesungguhnya di antara kamu ada orang yang melakukan perbuatan ahli neraka sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, akan tetapi catatan mendahuluinya, akhirnya dia melakukan perbuatan ahli surga, ia pun masuk ke surga” (HR. Bukhari dan Muslim).
Apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegah atau mengatasi futur?
Kiat-kiat mengatasi dan menghindari futur
.
1. Jangan terlalu memaksakan diri/memforsir dalam melaksanakan ibadah
Ingin melakukan banyak ibadah tetapi memforsir diri itu akan bertahan sementara dan rentan terkena futur. Lebih baik lakukan ibadah sedikit namun dilakukan secara kontinyu (Misalnya membaca Al-Qur'an 2 halaman per hari namun konsisten setiap hari membaca, dibandingkan 1 juz 1 hari tetapi dilakukan 1 tahun sekali)
2. Jangan tinggalkan ibadah yang sudah rutin dilakukan, meski tidak sebanyak biasanya. (Misalnya rajin shalat dhuha 8 rakaat, tiba-tiba merasa berat untuk melaksanakan 8 rakaat, tetaplah shalat dhuha meski tidak 8 rakaat)
3. Berdoa kepada Allah agar di istiqomahkan oleh Allah dan dijauhkan dari rasa futur atau memohon kepada Allah agar segera mengangkat rasa futur ketika kita sedang dilanda futur
4. Bertaubat dari dosa dan maksiat yang pernah dilakukan. Bisa jadi dosa dan maksiat yang pernah kita lakukan menjadi benih-benih rasa futur
5. Senantiasa berkumpul bersama orang-orang yang sholeh
Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga ada kebaikkan yang bisa di ambil dari sharing kita malam ini





