Introversion dan Ekstroversion
1.
Tidak Hanya Sebatas pada Sosial Aspek
Baik
introvert maupun ekstrovert, keduanya
tidak hanya sebatas pada sosial aspek, melainkan lebih kepada bagaimana
manusia-manusia ini merespon lingkungan mereka, termasuk kepada manusia di sekitarnya.
2.
Bukan Sebuah Pilihan
Hakikatnya
dalam waktu semalam, manusia dapat berubah dari kepribadian introvert ke kepribadian ekstrovert, begitu pun sebaliknya.
Karena, manusia berapa di antara dua kepribadian introvert dan ekstrovert,
hanya saja kepribadian kita cenderung lebih condong ke mana; introvert atau ekstrovert?
Perbedaan
yang menonjol dari kepribadian introvert ialah
mereka menyerap segala informasi yang diperoleh dengan semua panca inderanya,
sehingga menyebabkan mereka yang berkepribadian introvert cenderung lebih cepat lelah ketika berada di suatu ruang
atau tempat yang terdapat banyak orang. Sedangkan mereka yang berkepribadian
ekstrovert, semakin sering mereka bersosialisasi dengan banyak orang, maka akan
semakin banyak energi yang mereka dapatkan.
3.
Memiliki Satu Kesamaan; Sama-Sama
Memiliki Kelemahan dan Kelebihan
Jadi,
untuk kita pun siapa saja yang notabene berkepribadian introvert, jangan pernah merasa rendah diri, karena introvert
memiliki banyak kelebihan yang dapat memberikan manfaat baik untuk diri sendiri
pun banyak orang.
Introvert Tidak Bisa Menjadi Seorang Leader
Ada
beberapa mitos yang sering kita dengan tentang kepribadian introvert, salah satunya ialah mereka tidak pandai berbicara di
muka umum, sehingga dapat disimpulkan bila mereka yang berkepribadian introvert memiliki kemungkinan besar
tidak bisa menjadi seorang leader.
Tetapi, ada baiknya bila kita dan mereka
yang berkepribadian introvert mampu
merubah mindset dengan tidak mudah
memercayai persepsi negatif yang dimiliki banyak orang, khususnya bila seorang introvert dapat menghambat sebuah
kesuksesan atau minimal tidak akan sukses. Sebaliknya, kita perrlu yakin bila
seorang introvert dapat menjadi
sukses dan menjadi pemimpin yang baik.
Jennifer B. Kahnweller seorang peneliti
dan penulis mengungkapkan suatu fakta yang sangat penting, bahwa persepsi introvert yang berupa tidak banyak
berbicara, kalem, lebih banyak mendengarkan, dan memiliki persiapan yang matang
sebelum melakukan sesuatu hakikatnya merupakan kualitas- kualitas yang
ditemukan oleh pemimpin pemimpin yang
hebat. Jadi, imtrovert juga memiliki
kelemahan pun kelebihan sebagaimana manusia pada umumnya.
Terdapat empat tokoh yang berhasil
mematahkan anggapan bila introvert
tidak dapat sukses, di antaranya ialah:
1. Bill
Gates, seorang CEO sekaligus founder Microsoft
2. Warren
Buffet, seorang investor sekaligus terkaya nomor tiga pada tahun 2015
3. Jeff
Bezos, seorang CEO sekaligus founder Amazon.com
4. Mark
Zuckerberg, seorang CEO sekaligus founder Facebook
Dari keempat orang tersebut, mereka memiliki
dua kesamaan, di antaranya:
Pertama,
mereka menjadi sangat sukses setelah membangun
sebuah perusahaan, hingga pada akhirnya dapat berada di posisi pemimpin yang
hebat. Kedua, mereka semua merupakan orang-orang yang memiliki kepribadian introvert.
Jadi,
bila kita pun mereka yang notebene berkepribadian introvert belum memiliki ketakinan dan belum mampu percaya bahwa introvert dapat menjadi seseorang yang
sukses sekaligus pemimpin yang hebat, maka keempat orang di atas dapat menjadi
sebuah bukti.
Pura-Pura Berkepribadian Ekstrovert untuk Menjadi Seorang Leader
Tiga
pokok utama untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, di antaranya ialah:
1. Perlu
mendengarkan, ketika seorang introvert lebih banyak mendengarkan daripada
berbicara, maka mereka akan memperoleh banyak informasi
2. Introspeksi
diri, dari semua informasi yang diperoleh, maka seorang introvert perlu untuk memilih dan memilah informasi mana yang
bermanfaat untuk dirinya dan mana yang tidak, sehingga ia dapat menjadi seorang
introvert yang hebat
3. Tidak
merendahkan orang lain, seandainya kita berhasil menjadi seseorang yang sukses
di kemudian hari, maka jangan merendahkan maupun memamerkan apa yang kita
miliki kepada orang lain
Fakta-Fakta Introvert
1. Introvert
lebih sering mendengarkan, uniknya seorang introvert
ketika mendengarkan tidak hanya menggunakam telinga, tetapi juga menggunakan
semua alat indera yang dimilikinya.
2. Introvert
menyerap segala informasi dan setelah diserap kita cenderung berpikir panjang
dan mengolah informasi yang diperoleh, sebelum pada akhirnya bertindak untuk
melakukan sesuatu.
3. Introvert
butuh kesendirian, introvert ketika
bertemu dengan banyak orang dan menyerap segala informasi yang didengar, maka
akan cenderung cepat merasa lelah. Untuk mengatasinya, seorang introvert perlu mengisi kembali
energinya dengan melakukan kegiatan seorang diri.
4. Introvert
biasanya lebih senang menulis terlebih dahulu sebelum dia melakukan sesuatu,
hal ini dilakukan dengan tujuan memastikan bahwa semua yang dia lakukan benar.
5. Introvert
cenderung memiliki perasaan yang sangat dalam, tidak hanya terhadap sesama
manusia, tetapi juga terhadap pekerjaan dan semua hal yang dilakukan.
Hakikatnya
poin-poin di atas bukanlah suatu hal yang buruk, apabila kita sebagai seorang
introvert mampu memahami serta mengembangkan segala kelebihan yang dimiliki,
maka kita dapat menciptakan suatu ketahanan dalam menghadapi kehidupan ke
depannya.
4 Phase yang Perlu Diperhatikan
Oleh Seorang Introvert
1.
Prepare
Yakni
dengan menjadi seseorang yang penuh persiapan, maka kita akan menjadi lebih
percaya diri dalam menjalani kehidupan.
2.
Presence
Karena seorang introvert cenderung lebih banyak mendengarkan dibandingkan
berbicara, maka perhatikanlah orang-orang yang kita dengarkan, tidak hanya
dengan sepasang mata, melainkan juga dengan semua alat indera yang kita miliki.
Dengan begitu seseorang akan lebih menyadari keberadaan kita.
3.
Push
Jadilah
seseorang yang lebih baik dari hari kemarin, serta jangan mudah terpengaruh
dengan tekanan sosial, karena kita harus mampu menjadi lebih baik dari hari
kemarin menurut versi kita sendiri.
4.
Practice
Perbanyak
latihan agar kelak mampu menyampaikan apa-apa saja yang perlu kita sampaikan, dengan
begitu kita akan mudah diterima dengan baik oleh orang lain.
Hakikatnya
kita selaku manusia yang berkepribadian introvert
sangat bisa untuk menjadi seorang pemimpin. Kita hanya perlu mengembangkan
kemanpuan yang kita miliki dan selalu mengingat Four Phase di atas.
Tetaplah
menjadi diri sendiri, tidak perlu berpura-pura menjadi pribadi orang lain.
Tidak hanya itu, kita juga perlu open
minded, tidak melulu berpikir bahwa seorang introvert tidak dapat melakukan banyak hal. Keliru. Sebaliknya,
dengan memiliki kepribadian introvert
kita mamp melalukan banyak hal dan menjadi lebih baik setiap harinya dengan
versi diri kita sendiri.
Jadi,
dapat disimpulkan bila introvert
tidak kalah hebat baik dalam persoalan kualitas diri maupun ketika menjadi
sosok pemimpin. Hanya saja introvert memiliki
caranya sendiri untuk menunjukkan potensi dalam dirinya, tetapi yang paling perlu
digaris bawahi ialah bagaimana seorang introvert
harus merubah mindsetnya mengenai stigma
sosial, karena memiliki kepribadian introvert
bukanlah sebuah kelemahan, melainkan kelebihan.
Berdasarkan
cara-cara yang telah narasumber sampaikan, semoga teman-teman introvert dapat sedikit tercerahkan,
termotivasi untuk menerima kepribadiannya, dan senantiasa mengasah kemampuannya.
Terakhir, teruslah berusaha untuk dapat menjadi lebih baik dari hari ke hari.
Seperti kata Bruno Mars, “Just the way
you are.”
➴ For more information,
please follow @introverted.room

No comments:
Post a Comment