NOTULENSI DISKUSI INTROVERTED
14 MARET 2020
DENGAN TEMA FOOD PHOTOGRAPHY WITH
SMARTPHONE
Moderator
1: Faisal
Moderator
2: Syahrizal
Narasumber: Wiwiek
Sulistyowati
Sekilas profil Narasumber:
Mengambil
foto makanan yang bagus lewat Smartphone adalah keterampilan yang belum tentu
bisa dilakukan semua orang.
Itulah yang dilakukan Wiwiek
Sulistyowati, seorang Food
Photographer yang telah sukses menerbitkan 7 buku tentang resep makanan
akan menjadi Narasumber untuk Diskusi kali ini.
Food photographer membuat makanan terlihat lebih hidup
dengan hasil gambaran mereka. Dengan warna yang menakjubkan dan komposisi yang
indah.
Impian beliau adalah ingin membuka
sekolah masak untuk anak - anak.
Ingin mengetahui bagaimana awal mula
Wiwiek Sulistyowati menjadi seorang Food Photographer?? Ingin mengetahui tips - tips nya agar
jepretan kita terlihat bagus??
Yuk,
simak diskusinya.
Mengusung
tema tentang 'food photography', mari kita sambut pembicara kita, Wiwiek Sulistyowati
Nama saya Wiwiek Sulistyowati,
tinggal di Bekasi, aktivitas sebagai Karyawan Swasta di daerah Cikarang. Kalau
libur (Sabtu/Minggu) saya suka mencoba - coba resep baru. Biasanya sih yang sering dicoba resep- resep kue ya.
Selain hobby baking dan cooking,
saya juga suka motret, khususnya motret makanan.
Oh ya, saya juga seorang penulis buku
resep. Alhamdulillah, sudah 7 buku resep yang terbit. Bagi saya profesi penulis buku resep
itu bisa menggabungkan 3 hobi saya yaitu menulis, memasak dan motret .
Tema food photography
Food Fotografi adalah sebuah cabang seni fotografi yang bertujuan untuk mengabadikan segala macam bentuk dari makanan yang disetting sedemikian rupa sehingga mampu tergambarkan lezatnya makanan tersebut tanpa bercerita dan hanya gambar yang berbicara.
Definisi umum food fotografi seperti
itu ya. Intinya sih gimana memotret makanan sehingga makanan itu bikin ngiler .
Food photography yang bagus harus menonjolkan
ciri-ciri terbaik makanan tersebut dan kelezatannya yang memikat.. Tunjukan
warna dan tekstur dari piring ataupun elemen pendukung lainnya,
tidak diredam ataupun disembunyikan.
Nah,
dengan menonjolkan tekstur, warna dari makanan akan membuat foto lebih
menarik.
Awal menekuni Food Photography karena
saya hobi baking dan cooking kemudian mendapat kesempatan untuk
menulis buku resep. Mau nggak mau harus belajar memotret makanan. Diawal
buku resep pertama, fotonya masih seadanya. Tapi kemudian saya belajar secara
otodidak ataupun ikut kursus.
Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, awal
menekuni food fotografi, karena ada project membuat buku resep. Mau tidak mau, harus belajar motret dong.
Biasanya saya ikut kurus, baik online maupun offline.
Dalam
food fotografi ada 3 hal yang penting yang perlu diperhatikan, yaitu:
1.
Lighting/pencahayaan
2.
Komposisi
3.
Angle
Kita
bahas satu per satu ya.
1. Pencahayaan
Pencahayaan memang sangatlah penting dalam segala jenis fotografi. Cahaya
alami akan menghasilkan foto yang jauh lebih natural. Memotret makanan bisa kalian lakukan di
indoor maupun outdoor. Jika kalian memotret makanan di outdoor akan lebih
baiknya kalian memotret pada pukul 07.00 s/d 10.00 pagi atau 15.00 s/d 17.00 sore, karena cahaya pada jam itu sangat
bagus untuk memotret apa saja. Indoor akan lebih baik kalian menggunakan
cahaya tambahan seperti Flash External dan juga lighting yang biasa ada di
studio. Dan hindari menggunakan flash bawaan kamera karena cahayanya
kurang bagus.
Pencahayaan termasuk hal yang penting, terutama pada food
fotografi.
Seperti yang saya tulis, waktu terbaik memotret itu pukul 7- 10 pagi. Kalau
siang, jam 13.00 - 15.00 juga masih aman. Lanjut ke komposisi ya..
2. Komposisi
Secara umum komposisi yang baik adalah keseimbangan sebuah
objek dalam frame sehingga menghasilkan foto yang dinamis dan enak dilihat.
Rule of third adalah aturan komposisi dalam
fotografi yanf membagi objek foto menjadi tiga bagian sama besarnya baik vertikal maupun
horizontal. Dari
bagian itu bertemulah 4 titik yang menjadi fokusnya. Mata akan cenderung
melihat ke 4 titik itu dibanding tempat lainnya. Tentu ini bukan hal wajib,
tapi bisa dicoba sebagai pengetahuan dasar.
Istilah
rule of third ada di semua jenis fotografi. Saya dulu sempat mencoba jadi travel fotografi dan konsep rule
of third ini dipakai juga.
Jadi sebaiknya foto yang menjadi hero, ada diantara 4 titik
fokus itu. Biasanya kalau di DSLR ada garis – garis tersebut, tapi kalau di handphone kita bikin saja garis imajiner
Lighting dan komposisi udah, lanjut ke angle
3.
Angle
Angle adalah suatu sudut pandang dalam mengambil gambar suatu objek, pemandangan, maupun sebuah
adegan. Dengan
sudut tertentu kita dapat menghasilkan suatu shot yang menarik, dengan
perspektif yang unik dan menciptakan kesan tertentu pada gambar yang disajikan.
Beberapa jenis angle yang sering digunakan pada food fotografi :
1. Eye
Level
2. Sudut
45°
3. BEV (
Bird Eye View) atau High Level
Ini
angle yang biasa dipakai
ya. Mungkin nanti teman –teman akan menemukan angle yang lain (60 derajat / 90 derajat)
Namanya
eye level, jadi sesuai dengan
pandangan mata kita. Arahkan smartphone lurus ke depan
Foto dengan angle ini membuat objek yang kita foto lebih berdimensi.
BEV (
bird eye level) ,
untuk food fotografi ini cukup aman ya. Ini angle favorit saya, kalau teman – teman melihat IG saya, kebanyakan pasti pakai angle ini.
Sepanjang
komposisinya pas, angle ini akan membuat makanan jadi lebih menarik.
Selain
ke 3 faktor itu, saya akan membahas tentang food styling
Food
styling bisa didapat dengan selalu berlatih dan tidak lupa juga sering lihat
foto-foto orang lain.
Saya
sampaikan beberapa pointnya ya:
- Perhatikan ukuran wadah jangan sampai terlalu besar.
- Warna wadah dengan objek utama pilih yang lebih menonjolkan objek. Misal, bakpou putih wadah dan alas baiknya jangan pilih warna putih supaya objek lebih menonjol.
- Dalam satu frame usahakan objek pendukung jangan terlalu ramai sehingga menganggu objek utama yang ingin ditonjolkan.
- Pilih piranti sesuai degan tema makanan, misal memu tradisional pilihlah piranti – piranti yang berbahan kayu bambu rotan dkk.
- Pilih alas yang tidak glossy sehingga tidak memantulkan cahaya.
- Semacam usaha agar makanan terlihat lebih cantik dan menggairahkan .
Apakah
food styling setiap orang bakal berbeda - beda ?
Biasanya untuk jenis cake, kita pakai strawberry, daun mint sebagai garnis (hiasan).
Untuk makanan bisa pakai tomat, daun selada, parsley
Tentu
saja, karena tidak ada
pakemnya ya. Bebas berkreasi. Asal jangan terlalu maksa.
Misalnya
foto bakso dikasih daun mint, itukan tidak nyambung.
Style gaya mbak Wiwik sendiri biasanya gimana?
Nah, seperti cabang fotografi
lainnya, dalam food fotografi juga ada editing. Untuk saat ini kita belajar
ngedit yg sederhana ya. Saya biasa mengedit pakai snapseed. Teman – teman bisa unduh di playstore
Saya biasa pakai tune image,
ini untuk menaikkan atau menurunkan brightness, contrast, saturnation, warm, ambiance.
Aku tidak terlalu suka banyak hiasan sih, kalau
lagi styling food. Takutnya malah nanti POI nya ketutup dengan hiasan - hiasan itu.
Nah,
selain mempelajari skil skil tadi, ada beberapa hal yang harus kita siapkan untuk menjadi seorang food fotografer, yaitu property
foto
Property
foto ini cukup menguras biaya ya, karena harganya lumayan .
Tapi
dicicil aja belinya.
Oke,
setidaknya untuk props, kita punya props yg dasar dulu
Property
dari kayu, ini dipakai untuk tema foto tradisional, seperti foto makanan jadul, jamu dll
Untuk awal props dengan warna putih
sudah cukup memadai. Props warna putih bikin makanan menjadi stand out
Sekian dulu penjelasannya.

