Blue Hair Girl, Cute

Sunday, March 15, 2020

NOTULENSI DI: Food Photography with Smartphone


NOTULENSI DISKUSI INTROVERTED
14 MARET 2020
DENGAN TEMA FOOD PHOTOGRAPHY WITH SMARTPHONE





Moderator 1: Faisal
Moderator 2: Syahrizal
Narasumber: Wiwiek Sulistyowati













Sekilas profil Narasumber:


Mengambil foto makanan yang bagus lewat Smartphone adalah keterampilan yang belum tentu bisa dilakukan semua orang.

  Itulah yang dilakukan Wiwiek Sulistyowati, seorang  Food Photographer yang telah sukses menerbitkan 7 buku tentang resep makanan akan menjadi Narasumber untuk Diskusi kali ini.

  Food photographer membuat makanan terlihat lebih hidup dengan hasil gambaran mereka. Dengan warna yang menakjubkan dan komposisi yang indah.

  Impian beliau adalah ingin membuka sekolah masak untuk anak - anak.

  Ingin mengetahui bagaimana awal mula Wiwiek Sulistyowati menjadi seorang Food Photographer??  Ingin mengetahui tips - tips nya agar jepretan kita terlihat bagus??
Yuk, simak diskusinya.
Mengusung tema tentang 'food photography', mari kita sambut pembicara kita, Wiwiek Sulistyowati






  Nama saya Wiwiek Sulistyowati, tinggal di Bekasi, aktivitas sebagai Karyawan Swasta di daerah Cikarang. Kalau libur (Sabtu/Minggu) saya suka mencoba - coba resep baru. Biasanya sih yang sering dicoba resep- resep kue ya.

Selain hobby baking dan cooking, saya juga suka motret, khususnya motret makanan.
  
  Oh ya, saya juga seorang penulis buku resep. Alhamdulillah, sudah 7 buku resep yang terbit. Bagi saya profesi penulis buku resep itu bisa menggabungkan 3 hobi saya yaitu menulis, memasak dan motret .




Tema food photography 



   Food Fotografi adalah sebuah cabang seni fotografi yang bertujuan untuk mengabadikan segala macam bentuk dari makanan yang disetting sedemikian rupa sehingga mampu tergambarkan lezatnya makanan tersebut tanpa bercerita dan hanya gambar yang berbicara.
  
Definisi umum food fotografi seperti itu ya. Intinya sih gimana memotret makanan sehingga makanan itu bikin ngiler .
    
  Food photography yang bagus harus menonjolkan ciri-ciri terbaik makanan tersebut dan kelezatannya yang memikat.. Tunjukan warna dan tekstur dari piring  ataupun elemen pendukung lainnya, tidak diredam ataupun disembunyikan.
Nah, dengan menonjolkan tekstur, warna dari makanan akan membuat foto lebih menarik.

  Awal menekuni Food Photography karena saya hobi baking dan cooking kemudian mendapat kesempatan untuk menulis buku resep. Mau nggak mau harus belajar memotret makanan. Diawal buku resep pertama, fotonya masih seadanya. Tapi kemudian saya belajar secara otodidak ataupun ikut kursus.

  Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, awal menekuni food fotografi, karena ada project membuat buku resep. Mau tidak mau, harus belajar motret dong. Biasanya saya ikut kurus, baik online maupun offline.





Dalam food fotografi ada 3 hal yang penting yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Lighting/pencahayaan
2. Komposisi
3. Angle

Kita bahas satu per satu ya.


1.       Pencahayaan


  Pencahayaan memang sangatlah penting dalam segala jenis fotografi. Cahaya alami akan menghasilkan foto yang jauh lebih natural. Memotret makanan bisa kalian lakukan di indoor maupun outdoor. Jika kalian memotret makanan di outdoor akan lebih baiknya kalian memotret pada pukul 07.00 s/d 10.00 pagi atau 15.00 s/d 17.00 sore, karena cahaya pada jam itu sangat bagus untuk memotret apa saja. Indoor akan lebih baik kalian menggunakan cahaya tambahan seperti Flash External dan juga lighting yang biasa ada di studio. Dan hindari menggunakan flash bawaan kamera karena cahayanya kurang bagus.

  Pencahayaan termasuk hal yang penting, terutama pada food fotografi.
Seperti yang saya tulis, waktu terbaik memotret itu pukul 7- 10 pagi. Kalau siang, jam 13.00 - 15.00 juga masih aman. Lanjut ke komposisi ya..

2.       Komposisi

  Secara umum komposisi yang baik adalah keseimbangan sebuah objek dalam frame sehingga menghasilkan foto yang dinamis dan enak dilihat.

  Rule of third adalah aturan komposisi dalam fotografi yanf membagi objek foto menjadi  tiga bagian sama besarnya baik vertikal maupun horizontal. Dari bagian itu bertemulah 4 titik yang menjadi fokusnya. Mata akan cenderung melihat ke 4 titik itu dibanding tempat lainnya. Tentu ini bukan hal wajib, tapi bisa dicoba sebagai pengetahuan dasar.


  Istilah rule of third ada di semua jenis fotografi. Saya dulu sempat mencoba jadi travel fotografi dan konsep rule of third ini dipakai juga.
   
Jadi sebaiknya foto yang menjadi hero, ada diantara 4 titik fokus itu. Biasanya kalau di DSLR ada garis – garis tersebut, tapi kalau di handphone kita bikin saja garis imajiner
 Lighting dan komposisi udah, lanjut ke angle
3.       

          Angle

Angle adalah suatu sudut pandang dalam mengambil gambar  suatu objek, pemandangan, maupun sebuah adegan. Dengan sudut tertentu kita dapat menghasilkan suatu shot yang menarik, dengan perspektif yang unik dan menciptakan kesan tertentu pada gambar yang disajikan. Beberapa jenis angle yang sering digunakan pada food fotografi :


1.       Eye Level
2.       Sudut 45°
3.       BEV ( Bird Eye View) atau High Level


  Ini angle yang biasa dipakai ya. Mungkin nanti teman –teman  akan menemukan angle yang lain (60 derajat / 90 derajat)

  Namanya eye level, jadi sesuai dengan pandangan mata kita. Arahkan smartphone lurus ke depan
  Foto dengan angle ini membuat objek yang kita foto lebih berdimensi.


    BEV ( bird eye level) , untuk food fotografi ini cukup aman ya. Ini angle favorit saya, kalau teman teman melihat IG saya, kebanyakan pasti pakai angle ini.

  Sepanjang komposisinya pas, angle ini akan membuat makanan jadi lebih menarik.
Selain ke 3 faktor itu, saya akan membahas tentang food styling




   Food styling bisa didapat dengan selalu berlatih dan tidak lupa juga sering lihat foto-foto orang lain.

Saya sampaikan beberapa pointnya  ya:

  1. Perhatikan ukuran wadah jangan sampai terlalu besar.
  2. Warna wadah dengan objek utama pilih yang lebih menonjolkan objek. Misal, bakpou putih wadah dan alas baiknya jangan pilih warna putih supaya objek lebih menonjol.
  3.  Dalam satu frame usahakan objek pendukung jangan terlalu ramai sehingga menganggu objek utama yang ingin ditonjolkan.
  4.  Pilih piranti sesuai degan tema makanan, misal memu tradisional pilihlah piranti – piranti yang berbahan kayu bambu rotan dkk.
  5. Pilih alas yang tidak glossy sehingga tidak memantulkan cahaya.
  6. Semacam usaha agar makanan terlihat lebih cantik dan menggairahkan .




Apakah food styling setiap orang bakal berbeda  -  beda ?


Biasanya untuk jenis cake, kita pakai strawberry, daun mint sebagai garnis (hiasan).
  
Untuk makanan bisa pakai tomat, daun selada, parsley

Tentu saja, karena tidak ada pakemnya ya. Bebas berkreasi. Asal jangan terlalu maksa.
Misalnya foto bakso dikasih daun mint, itukan tidak nyambung.



Style gaya mbak Wiwik sendiri biasanya gimana?

  Nah, seperti cabang fotografi lainnya, dalam food fotografi juga ada editing. Untuk saat ini kita belajar ngedit yg sederhana ya. Saya biasa mengedit pakai snapseed. Teman – teman  bisa unduh di playstore
  
  Saya biasa pakai tune image, ini untuk menaikkan atau menurunkan brightness, contrast, saturnation, warm, ambiance.
  
  Aku tidak terlalu suka banyak hiasan sih, kalau lagi styling food. Takutnya malah nanti POI nya  ketutup dengan hiasan - hiasan itu.

    Nah, selain mempelajari skil skil tadi, ada beberapa hal yang harus kita siapkan untuk menjadi seorang food fotografer, yaitu property foto

  Property foto ini cukup menguras biaya ya, karena harganya lumayan .
Tapi dicicil aja belinya.

  Oke, setidaknya untuk props, kita punya props yg dasar dulu
Property dari kayu, ini dipakai untuk tema foto tradisional, seperti  foto makanan jadul, jamu dll
  
  Untuk awal props dengan warna putih sudah cukup memadai. Props warna putih bikin makanan menjadi stand out

Sekian dulu penjelasannya.




No comments:

Post a Comment

Notulensi DI: "Memulai Karya Lewat Menulis"

  Diskusi Introverted Room Memulai Karya Lewat Menulis Oleh: Indriyani Sabtu, 5 Juni 2021         Profil Narasumber: Indri...