Notulensi
Diskusi Introverted
Tipologi
Personality
Oleh:
Reo Dwi Saputra
18
Juli 2020
Berani
karena benar, takut karena salah
Profil Narasumber:
Reo
Dwi Saputra, lahir di Batulicin, 26 Juni 1998, dan besar di Banjarbaru.
Merupakan mahasiswa tingkat akhir Psikologi ULM dan Kahfi El Abrar Communication
School Kalimantan Selatan.
Selain kuliah, ia juga aktif sebagai ketua umum KAMMI PK Idaman
Banjarbaru dan Forum Indonesia Muda Banjarbaru. Prestasi yang pernah ia peroleh
di antaranya certified Public Speaking
dan NLP Practitioner.
Apa Tipologi Personality itu?
Aku akan mulai dari sebuah kutipan dari seorang filsuf Tiongkok yaitu Sun Tzu. Kurang lebihnya
begini kutipannya "Kenali Dirimu, Kenali musuhmu, maka seribu
pertempuran bisa kau menangkan"
Dari kutipan tersebut, ketika kita ingin memenangkan pertempuran. Hal
yang paling pertama kita lakukan adalah mengenali diri kita sendiri. Tentunya
proses mengenali diri ini adalah proses yang sangat panjang dan terus berjalan
sepanjang hidup.
Sebelum kita beranjak ke teori. Perlu teman-teman ketahui dalam dunia
psikologi banyak dikenal tentang teori kepribadian. Ada MBTI, DISC, tipology
personality dan lain sebagainya macam-macam dan banyak pokoknya. Dalam
kajian psikologi, tokoh besarnya pun banyak sekali, seperti Sigmund Freud,
jung, Adler, Abraham Maslow dan lain sebagainya.
Nah kali ini kita akan membahas salah satu teori kepribadian yang lebih
sederhana dan masih relevan digunakan didunia sosial kita sekarang ini. Karena
teori ini lebih sederhana dan simpel untuk kita pelajari.
Tipologi
= Ilmu yang mempelajari tentang pengelompokan berdasarkan tipe atau jenis
Personality
= Menurut Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam Sjarkawim (2006) adalah sifat dan
tingkah laku khas seseorang yang membedakannya dengan orang lain; integrasi
karakteristik dari struktur-struktur, pola tingkah laku, minat, pendirian,
kemampuan dan potensi yang dimiliki seseorang; segala sesuatu mengenai diri
seseorang sebagaimana diketahui oleh orang lain.
Jadi, tipologi personality itu adalah suatu ilmu yang mempelajari
pengelompokan sifat dan tingkah laku khas seseorang.
Tipologi ini diawali
dengan teori yang dikemukakan oleh Hipocrates mengenai cairan badaniah. Teori
ini selanjutnya disempurnakan oleh Galenus.
Berikut ini pendapat Hipocrates :
- Sifat panas terdapat dalam sanguis atau
darah.
- Sifat dingin terdapat dalam phlegma atau
lendir.
- Sifat kering terdapat dalam chole atau
empedu kuning.
- Sifat basah terdapat dalam melanchole
atau empedu hitam
Di dalam tipologi kepribadian terbagi
dalam berapa kelompok?
Kepribadian dibagi menjadi 2 kelompok besar. Yaitu Ekstrovert dan
Introvert.
Ekstrovert itu terdiri dari = Sanguinis dan
Koleris
Introvert itu terdiri dari = Melankolis
dan Plegmatis
Dan perlu temen-temen ketahui, kita semua
memiliki ke 4 kepribadian ini namun dominasinya yang beda-beda. Ada yang lebih
dominan sanguinis, ada juga yang melankolis dan seterusnya.
Untuk Ekstrovert:
Yang pertama adalah Kepribadian sanguinis.
Sanguinis
ini adalah orang-orang yang memiliki kecendrungan ramah, hangat, suka
bercanda ketika berinteraksi dengan kita. Pernah gak sih teman-teman ketemu orang yang kalau
sudah ngomong
itu tidak ada
jeda dan titiknya ?
Bahkan kalau ngomong itu awalnya ngomong A terus lari ke B terus lari ke
C terus lari lagi ke D. Sangking serunya ngomong, si sanguinis ini sering lupa
waktu. Padahal udah ngomong lama banget. Orangnya dimana-mana keliatan
semangat, rame, suka berbagi kegembiraan. Simpelnya begini, Sanguinis ini
adalah tipikal orang yang Gak ada loe gak rame.
Yang kedua adalah Koleris
Pernah gak sih ketemu orang yang kaku banget kalau ngomong. Wajahnya itu
sering keliatan serius banget. Biasanya dia ini dijadiin pemimpin dalam sebuah
kelompok karena dia terlihat berwibawa dan tegas. Dia tipikal orang
yang fokus ke pekerjaan. Dia mikirnya cuman tujuan tujuan dan tujuan.
Intinya adalah gimana caranya aku bisa mencapai tujuan. Dia ini tipikal
orang-orang yang gak bisa diam, setiap waktunya berharga dan mesti melakukan
hal yang produktif.
Tapi, jeleknya adalah orang koleris ini terlalu suka tantangan.
Sangking sukanya dia suka nantang orang lain yang gak sesuai dengan tujuan dan
ekspektasi hidupnya. Dia juga terlalu keras kepala, sangking pengenya menang
dia bakal ngelakuin segala cara. Bahaya juga loh, dia itu cenderung dingin dan
kejam. Dia gak pandang bulu kalau ngomong sesuatu. Kalau A ya A kalau B ya B.
Dia juga orangnya ceroboh karena kadang dia terlalu praktis kalau mau ngelakuin
sesuatu sampai lupa hal-hal rinci dan detail. Istilahnya itu, orang ini adalah
tipikal yang ngeyel kalau
dibilangin.
Untuk Introvert yaitu:
Yang
ketiga adalah Melankolis
Nah
ini orang-orang yang suka melow dan suka memendam rasa ke orang lain.
Pernah gak sih ketemu orang yang puitisnya luar biasa. Dan puisi yang dia bikin
itu untuk seseorang yang dia cintai dari kejauhan. Ini nih orangnya, mereka itu
detailnya luar biasa. Penuh pertimbangan banget juga orangnya dan biasanya
orang melankolis ini pinter karena suka mikir. Biasanya sih, tapi gak pasti
juga sih tergantung orangnya. Dia ini
tipikal orang yang kalau pertama kali ketemu susahnya minta ampun buat
dideketin. Dia bakal melihat seseorang dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Perfeksionisnya luar biasa pokoknya
Kalau janjian sama orang ini. Disiplinnya luar biasa pokoknya, janjian
jam 8 datangnya setengah jam sebelumnya. Kalau lagi belajar juga, catatanya itu
rapi dan lengkap. Bahkan kalau lagi nyatet kadang semua poin malah dicatet.
Karena dalam hatinya kayaknya semuanya penting deh.
Orang ini adalah orang yang terlalu pemendam.
Sangking dipendamnya kadang dia susah menyatakan perasaan ke seseorang.
Orangnya juga cenderung tertutup, dia juga orang yang kadang suka overthinking.
Selain overthinking juga dia kadang suka pesimis akan sesuatu hal. Hati-hati
juga loh sama orang melankolis. Dia itu tipikal orang yang susah percaya
tapi kalau sudah percaya dia bakal percaya banget. Tapi kalau sudah dikecewakan
dia bakal jadi sosok yang sangat kecewa nantinya.
Hati-hati ya sama orang melankolis. Dia ini
susah jatuh orangnya, tapi kalau udah jatuh. Bisa jatuh terlalu dalam.
Yang keempat adalah Plegmatis
Nah, pernah gak sih ketemu orang yang kalau diajak ngobrol itu luar
biasa tenang dan nyamannya. Bawaanya damai aja dan biasanya jadi tempat
curhatnya orang-orang. Karena kepribadian dia yang damai dan cenderung tidak
menghakimi orang lain. Dia juga tipikal orang yang cuek, jadi dia gak bakal
terlalu ngurusin hidup kita. Sehingga kalau diajak curhat gak terlalu kepo dan
nyampurin masalah kita. Merasa gak terhakimi banget deh. Dia juga susah
buat ngajak kita konflik karena dia ngindarin banget sama yang namanya konflik.
Namun, sayangnya orang-orang ini adalah orang yang cenderung tidak
tegas. Lebih ke biarin orang lain salah dan juga kurang tegas sama dirinya
sendiri. Dia tipikal orang yang terlalu cari aman. Nah, dia ini terlalu
suka berada di zona nyaman hingga takut buat memperluas zona nyamannya lebih
luas lagi. Lebih suka yang damai-damai aja pokoknya. Dan hidupnya malah
cenderung ngikut-ngikut aja
Sekali lagi perlu temen-temen inget yaa. Bahwa kita memiliki 4
kepribadian ini didalam hidup kita, cuman bedanya adalah konsep dominanya, ada
yang dominan koleris, sanguinis, plegma baru melankolis. Ada yang sanguinis,
plegmatis, koleris dan melankolis. Dan setiap orang memiliki keunikannya
masing-masing itulah yang perlu kita hargai dari setiap perbedaan kepribadian.
Tidak ada kepribadian yang lebih baik ataupun lebih buruk. Semua
kepribadian baik bisa juga buruk sesuai dengan konteksnya. Ketika koleris
memimpin proyek dengan ketegasanya, tentu itu bagus. Tapi sebagai pemimpin dia
juga harus mampu mengembangan kepribadian pendamai seperti plegmatis agar orang
lain nyaman bercerita. Pandai merencana seperti melankolis agar rencana tidak
banyak terlewat maupun jadi sanguinis yang mampu memecah suasana. Walaupun
bukan berarti kita mampu menyempurnakan semua kepribadian tapi kita mesti mampu
setidaknya belajar menghargai dan memahami setiap kepribadian yang ada.
Di Indonesia sendiri kebanyakan
masyarakat nya itu dominan memiliki kepribadian yang mana?
Belum ada penelitian pastinya sih. Tapi, dari pelajaran yang aku dapet
di kahfi dan psikologi. Diseluruh dunia itu paling banyak orang-orang
plegmatis.
Baru melankolis,
sanguinis (Kalau gak kebalik sama melankolis) dan yang paling dikit itu
koleris.
Kapan harus memposisikan diri sebagai
seorang yang sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis ?
Rasulullah sudah ngajarin nih. Ketika beliau
bercanda dengan para sahabat, beliau menjadi seorang yang sanguinis, ketika
sahabat sedang bercerita beliau menjadi seorang yang plegmatis, ketika
beribadah beliau menjadi seorang yang melankolis dan ketika berperang beliau
menjadi seorang yang koleris.





