Blue Hair Girl, Cute

Sunday, September 27, 2020

Notulensi DI: "Mental Health Awareness"

Diskusi Introverted

"Mental Health Awareness"

Oleh : Hilmy Maulana Rachmawan

Sabtu, 26 September 2020

 

 

 

Profil Narasumber :


Nama : Hilmy Maulana Rachmawan

Alamat : Bandung, Jawa Barat

Status : Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Airlangga

Sebagai : Self-Healing Enthusiast

Motto :Tata titi tatag tutug, crescit in cundo



Apa Pengertian Mental Health itu? 

 

 

Menurut WHO, kesehatan mental adalah keadaan sejahtera dalam : 

  1. Mengenali potensi diri. Mengetahui apa yang menjadi keunggulan serta kelemahan dari dari diri masing-masing individu. Potensi ini bisa disikapi sebagai potensi kebaikan dan potensi keburukan. Potensi-potensi kebaikan dalam diri individu harus dimaksimalkan, sedangkan potensi-potensi keburukan dalam diri sebisa mungkin untuk ditekan, agar tidak mendominasi dalam diri. Pentingnya potensi diri adalah sebagai bekal atau pondasi bagi diri untuk menghadapi poin-poin selanjutnya.
  2. Mampu menghadapi tekanan hidup sehari-hari. Bila sudah mengetahui potensi diri masing-masing, harapannya potensi tersebut dapat digunakan untuk menghadapi tekanan atau ujian hidup yang datang menghampiri.  
  3. Produktif. Bilamana sudah mampu menghadapi ujian tersebut, harapannya bisa fokus terhadap apa yang bisa kita lakukan dan tampil produktif.
  4. Berkontribusi pada lingkungan dan komunitas

Setelah mampu tampil produktif, maka kita akan mampu memberikan kontribusi lebih kepada lingkungan dan komunitas yang ada disekitar kita. Dimana hal itu adalah aktualisasi diri yaitu memberikan peran terbaik bagi lingkungan sekitarnya


Bagaimana isu tentang kesehatan mental dalam kehidupan masyarakat modern? Khususnya di Indonesia , Apa kesadaran mental sehat nya masyarakat nya cukup tinggi atau malah rendah?

Untuk fenomena yang ada dimasyarakat belum diketahui secara spesifik, namun secara umum fenomena yang terjadi masih rendah kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental. Dapat dilihat dari berita di TV, masih banyak kasus-kasus yang didasari oleh problem kejiwaan. Bahkan, masyarakat pun masih menganggap tabu istilah konsultasi dengan psikiater atau psikolog. Masyarakat masih menganggap orang yg berkonsultasi adalah yang bermasalah pada kejiwaan atau gila. Padahal, kita sendiri tidak bisa memvonis bahwa kita memiliki masalah dengan kejiwaankejiwaan, karena harus berasal dari ahli yang berkompeten dibidangnya seperti psikolog atau psikiater. 


Apa penting nya Mental Health Awareness bagi diri kita? 

Pentingnya yaitu salah satu sifatnya merupakan tanggungjawab pribadi, sehingga kita tidak bisa menyerahkan tanggungjawab kita kepada orang lain. Kalau kita aware atau sadar terhadap kesehatan mental, dampaknya bisa jadi merugikan untuk diri sendiri maupun orang lain disekitar kita. Maka dari itu, mental health awareness itu penting untuk kita ketahui dan kita jaga. Supaya kelak kita bisa mandiri, bukan hanya mandiri secara finansial saja, namun juga kemandirian dalam kesehatan mental. 

Kemandirian ini tentu saja bisa dicapai melalui proses seperti kita makan, setiap saat atau setiap hari harus kita isi atau perbaharui agar kesehatan mental kita senantiasa terjaga. Dalam sehari kita tahu akan mengahadapi beberapa hal yang bisa menggangu kesehatan mental kita. Oleh karenanya membangun kemandirian kesehatan mental menjadi penting agar kita menghadapi tekanan yang menghadang serta tampil produktif dan bisa berkontribusi kepada lingkungan maupun komunitas yang ada disekitar kita. 


Bagaimana ciri-ciri individu yang kesehatan mentalnya terganggu atau tidak sehat? 




Berikut adalah foto yang diambil di salah satu rumah sakit di Jawa Barat. Umumnya setiap rumah sakit sama seperti itu. 

Selain kondisi yang sudah dijelaskan dalam daftar yang ada di foto tersebut, jika kita memiliki keluhan-keluhan yang mungkin terjadi cukup sering, tetapi setelah memeriksa ke dokter namun belom memberikan jawaban yang pasti, misalkan keluhannya umum seperti : gangguan pencernaan, sakit kepala atau sering berkeringat berlebihan ataupun merasa gugup dan terkadang detak jantung tidak beraturan. Untuk gejala yang demikian bisa jadi disebabkan karena beberapa masalah yang beraitan dengan psikologis. Kondisi-kondisinya biasa dikenal dengan psikotomatis. 

Dibeberapa individu gejala yang muncul mungkin akan berbeda, sehingga kita tidak bisa memukul rata kondisi yang sedang terjadi dalam diri kita. Salah satu ciri lainnya yaitu terkadang timbul suasana hati yang cepat berubah dan sulit terkontrol. Bila kondisi ini sudah menggangu aktivitas sehari-hari, kita bisa intropeksi diri masing-masing atau datang menemui ahlinya. Tapi kita tidak bisa langsung men-judge bahwa kita sedang mengalami gangguan mental, karena hal ini harus berdasarkan ahlinya. Dengan menemui ahlinya, InshaAllah kita dapat mengetahui penyebab dan solusi dari kondisi yang sering kita alami. Kita tidak dianjurkan untuk mencari informasi sendiri atau mendiagnosis sendiri. Ada parameter dan diagnosis tertentu yang menghasilkan vonis terhadap kesehatan mental kita, dan ini dilakukan oleh ahlinya. Bisa jadi yang terjadi dalam diri kita bukanlah hal yang serius atau mungkin sebaliknya. 


Bagaimana cara untuk menjaga kesehatan mental kita? 

Untuk menjaga kesehatan mental kita, ada beberapa poin yang harus kita ketahui, yaitu : 

  1. Mengasah dan berpegang teguh pada Agama masing-masing, karena agama memegang peranan penting dalam aspek spiritualitas kita. Dan nilai spiritualitas ini hanya bisa diasah dengan ibadah-ibadah yang berlaku dalam setiap agama. Untuk seorang Muslim, lebih sering membaca Al-Quran, melaksanakan sholat sunnah. InshaAllah hal ini akan lebih menunjang kemapanan mental seorang Muslim. 
  2. Hindari kesendirian. Jangan merasa seorang diri atau sebatang kara dan tidak ada yang mendukung. Karena hal ini dapat menimbulkan rasa kesepian yang mendalam, padahal kita memiliki banyak orang disekitar kita. Seperti di kontak HP kita yang bisa kita hubungi. Hal ini agar kita tidak bertindak secara kompulsif atau bertindak sesuai keinginan kita. Sehingga tindakan kita bisa lebih terarah. Perbanyaklah teman-teman yang bisa mendukung kita dan bukan teman yang bisa menjadi toxic untuk diri kita. Sehingga sekeliling kita bisa berdampak positif untuk kesehatan mental kita. 
  3. Mencari kegiatan alternatif, seperti hobi. Hal ini merupakan salah satu cara untuk refreshing. Perlu diingat, kegiatan ini tidak perlu dilakukan secara sering, karena dapat menimbulkan adiksi atau menjadi rutinitas kita dan cenderung menghasilkan perasaan bosan. Seperti piknik yang kita lakukan saat kita ingin, mungkin sebulan sekali agar kita tidak jenuh. 
  4. Perbanyaklah menulis. Khasiat dari menulis terbukti untuk memberikan dampak melegakan dalam kesehatan mental seseorang. Seperti bisa dengan menulis diari, sehingga kita bisa memantau perkembangan dari hari ke hari. Dan ketika berniat konsul kita bisa membawa diari tersebut, dan bisa menerangkan apa yang kita tulis tersebut. Terutama untuk seorang introvert yang susah untuk mengungkapkan atau menjelaskan apa yang sedang terjadi atau yang sedang kita rasakan kepada orang lain. Padahal menerangkan perasaan bisa kita butuhkan sewaktu-waktu karena bisa meluapkan emosi kita. 


1.

 

Monday, September 14, 2020

Notulensi DI: Serba-serbi Tentang Kucing

Notulensi Diskusi Introvert

“Serba-serbi Tentang Kucing”

Oleh: Maulida Nur Safitri

Minggu, 13 September 2020

 

Profil Narasumber:

Nama               : Maulida Nur Safitri (@olidsftr)
Asal                  :
Kota Bekasi
Sebagai            : Content Creator
Motto              : Usaha tanpa do'a adalah sombong, dan do'a tanpa usaha adalah omong kosong
Kesukaan         : Kucing dan yang berhubungan dengan kucing

 

Apa saja, sih, tips untuk menunjang kucing?

Rekap kurang lebih

1. Niat, konsisten, dan komitmen

2. Ada biayanya

3. Harus ada kucingnya

4. Disebabkan oleh orang rumah

 

Masalah yang biasa timbul saat kucing

Terkadang ada kasus orang rumah tidak setuju terhadap pemeliharaan kucing.

 

Lalu, berdasarkan informasi yang didapat. Misal, kita mau naik kucing, tetapi cuma pelihara saja, tidak diurus untuk kesehatannya. Ini juga bisa menjadi masalah .

 

Lalu, biasanya kewalahan karena si hamil dan terus melahirkan, akhirnya menjadi overbudget dan kalau tidak bisa terurus atau sudah tidak sanggup, akhirnya ditelantarkan.

 

Sebagian pemilik , panik kalau anabul sakitnya, Maul pun kadang suka begitu, sih , sampai pernah izin kuliah karena ingin membawa kucing ke dokter (di sini karena dokternya hanya sampai sakit).

 

Penilaian yang biasanya dilakukan oleh pemelihara kucing

Sebenernya bukan kesalahan, sih .

Tapi karena belum tau saja, yang sering Maul temui seperti dokter-dokteran utama.

 

Pertolongan pertama itu tidak salah, cuma, kita selaku pawrents -nya harus sering-sering membaca informasinya dan memilah mana yang benar dan yang bukan. Misalnya, seperti kucing kita lagi menci (mencret) jangan diberikan susu, yang ada bukannya sembuh, tapi makin parah. Dan Maul sangat membantu untuk mengikuti komunitas media sosial-komunitas kucing, itu sangat membantu.

 

Saya sering mendengar istilah unik tentang kucing, yaitu tokso. Apa, sih, tokso itu?

Toxoplasmosis atau orang-orang sering disebut toksoplasma / tokso adalah infeksi pada manusia yang disebabkan parasit umum pada kotoran kucing dan makanan yang terkontaminasi atau bisa juga dari seringnya mengkonsumsi makanan mentah. Nah, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang serius bagi perempuan (lebih ke ibu hamil permasalahannya) dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Nah, secara simpelnya, kadang nanti tidak bisa salah kucing, nanti tidak bisa hamil. Bukan dari kucingnya itu sendiri, melainkan dari kotorannya yang lama tidak dibuang. Misal, hingga berhari-hari.

Orang tua Maul - lebih ke ayah - juga awalnya seperti itu, takut anak perempuannya tidak bisa hamil karena tidur bersama kucing.

Insyaallah , selagi kucingnya dirawat dengan benar-benar dijaga kesehatannya dan kita sebagai pawrents tidak jorok, kita bisa terhindar dari tokso itu. Kalau pun ada yang menderita sekarang, bisa melakukan terapi.

 

 Manfaat pelihara kucing

 











 

 

Friday, September 4, 2020

Notulensi DI: Atur Waktumu! Beraktivitas Tanpa Gerutu

Notulensi Diskusi Introvert

Atur Waktumu! Beraktivitas Tanpa Gerutu

Oleh: Akmala Maulida

29 Agustus 2020

 

 

 

Profil Narasumber:

 

 



 

 

 

 

 

 

  Hakikatnya waktu terus mengalir, umur terus berkurang. Melewatinya secara sia-sia tak akan dapat terlunasi selamanya. Hari Sabtu barangkali akan datang lagi pada minggu berikutnya, namun Sabtu hari ini dan yang sudah lewat tak akan pernah terulang kembali. Itulah mengapa waktu diibaratkan seperti pedang, bila tak pandai menggunakannya ia akan melukai pemiliknya.

 

 

Apa teman-teman pernah mendengar istilah  ya'aburnee?

 



 

 

 

 

Sebaiknya kita menyikapi waktu dengan penuh cinta, selayaknya kamu mencintai seseorang. Jika kita menyadari waktu yang kita miliki ini ada limitednya, maka sebaiknya kita tidak membiarkan waktu mengubur kita dalam kesia-siaan.

 

 

Gimana, sih, cara menentukan skala prioritas kita?

 

  Sebelum saya menjelaskan mengenai skala prioritas. Masing-masing dari kita harus kuat dulu mindsetnya mengenai waktu. Mindset tersebut mengenai Apa sih tujuan kita diciptakan?

  Dalam hidup yang kita jalani sekarang, apa teman-teman sudah memiliki visi dan misi hidup? Jika sudah, selamat anda memasuki tahap fokus  saja pada visi. Jika belum, sebaiknya teman-teman perlu memahami tujuan manusia diciptakan.

Tujuannya dua:

1. Beribadah pada Allah (Mengabdi kepada pencipta).

QS. Ad-Zariyat; 54

2. Menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi.

QS. Al-Baqarah: 30

 

  Ini dipahami dulu agar kita bisa membuat visi dan misi hidup sehingga nantinya akan memudahkan kita dalam menentukan skala prioritas untuk memanfaatkan waktu.

 

 


 

 

Sampai  sini harus kuat dulu mindsetnya mengenai tujuan kita diciptakan, kemudian kita punya visi dan misi hidup. Sehingga semua hal yang kita lakukan jelas ABC nya dan barulah kita menentukan skala prioritas

 

 


 

 

  Apa sih yang prioritas? Manfaatnya relevan tidak dengan tujuan penciptaan kita? Waktu memegang kunci atau peranan penting untuk menentukan bagaimana hari-hari kita dapat terisi dengan agenda apapun agar berjalan dengan baik.

 

Saya bagi rumusnya ya..

 


 

 

Waktu saya SMP, Papa saya kasih rumus ini. Saya masih teringat sampai sekarang. Betapa kita perlu formula atau rumus untuk menentukan skala prioritas. Jika aktivitas kita terlalu banyak, tentu sulit untuk mencapai rumus sehari tidur 8 jam. Sama seperti halnya kita harus selalu mengunyah sampai 32 kali setiap makan.

  Seiring berjalannya waktu rumus ini tidak bisa kita gunakan lagi. Tapi saya merasakan sendiri manfaatya, rumus ini dulu saya gunakan sebagai acuan. Masing-masing orang punya ritme dan best practice sendiri. Tapi kita bisa belajar dari best practicenya seseorang.

 

  Saat saya bertemu dengan skripsi, tidur 8 jam itu sudah tidak bisa lagi. Bahkan sleep routine berubah.

   saya jadi seorang Ibu, tidur 4 jam saja itu sudah sangat bersyukur. Dari early bird menjadi night owl. Dari Ayam jadi kelelawar. Tapi bukan berarti itu menjadi alasan kita terjebak dalam rutinitas unfaedah.

Akhirnya saya punya rumus baru, yaitu  Semua aktivitas saya masukkan ke dalam aktivitas ibadah (akhirat)

 

   Kebayang tidak sih kalian jika tiap aktivitas itu masuk ke dalam aktivitas akhirat? Misal nih masak, masak saya jadi semangat karena tujuannya agar suami dan anak terpenuhi gizi dari masakan saya. So.. mulai dari belanja semangat, food preparation semangat, potong-potong semangat, bahkan kecipretan minyakpun ikhlas.

 

  Kemudian aktivitas belajar? semua aktivitas positif apapun itu kita set dengan tujuannya ibadah (aktivitas akhirat) jadi kalau mau males gimana gitu, karena bakal menyia-nyiakan waktu dan melewatkan ladang amal yang berpotensi dapat pahala







Kendala umum apa aja dalam memanajemen waktu?

 

 


 


 

Kalau berdasarkan pengalaman saya, biasanya 3 poin yang terdapat di gambar diatas.

 

 

Untuk mempermudah kita, alat bantu kita buat mengatur waktu itu apa?

 

 

   Oke, Saya sharing ini berdasarkan pengalaman yang saya alami. Sejak SMP saya sudah terbiasa aktif dalam beberapa aktivitas. Dulu orang tua saya melibatkan saya dalam berbagai aktivitas. Mulai dari renang, tar
i tradisional, kelas menjahit, kelas SBA, bahasa inggris, macam itulah.

 

  Saat SMA pun sama saya aktif dalam berbagai organisasai sekolah. Pun saat kuliah juga aktif dalam beberapa kegiatan sampai sekarang. Karena kegiatan banyak, saya harus pandai mengatur waktu.

 


Sebelum saya mengunakan alat bantu saya harus melakukan trial error dulu terhadap aktivitas saya. Istilahnya observasi dulu gitu sampai pas untuk saya jalani. Jadi tidak keteteran.

  Semoga ini bisa kalian praktikan juga ya, untuk yang benar-benar mencintai waktunya agar tidak sia-sia.

  Kemudian kita bisa gunakan alat bantu untuk mempermudah kita dalam mengorganisir aktivitas.

 

 

 

 







 

Itu beberapa alat bantu yang bisa kalian pilih untuk membantu kalian dalam mengorganisir aktivitas. Kalau saya saat ini pakainya to do list. Jika sudah menjadi habit, terkadang jadwal sudah tidak dibutuhkan lagi, karena respon tubuh sudah paham jam segini mau ngapain, kemudian habis ini apa dan apa. Begitu ya..

 

  Bagaimana tips untuk memanajemen waktu?

 

 



 

Kalian bisa memanfaatkan teknologi sebagai rahmat dari Allah untuk kita. Salah satunya menjadikan smart phone kalian alat bantu digital. Bisa unduh aplikasi rekomendasi saya atau aplikasi lain yang macam-macam visualnya.

 

 

 

 

 Alhamdulillah tsuma alhamdulillah  Semoga kita bisa belajar bersama, mengambil kebaikan dari materi hari ini dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

 


 

 

Saat luang teman-teman bisa taddabur surah Al-Ashr. Semoga dengan itu Allah membimbing kita untuk selalu bersemangat dalam menyikapi waktu, gemar beramal sholih dan pantang menyia-nyiakan waktu. Aamiin

 

 


Notulensi DI: "Memulai Karya Lewat Menulis"

  Diskusi Introverted Room Memulai Karya Lewat Menulis Oleh: Indriyani Sabtu, 5 Juni 2021         Profil Narasumber: Indri...