Blue Hair Girl, Cute

Saturday, February 29, 2020

NOTULENSI DI: Write Down Your Dream


Notulensi Diskusi Introverted
Write Down Your Dream
29 Februari 2020





Moderator: Yustika Amelia Putri
Moderator Relay: Filla Syahputra
Narasumber: Lolyta Azira











Profil Narasumber:

  Lolyta Azira, founder dari  @heyongenest  ini lahir dan besar di Pasuruan, Jawa Timur sejak delapan belas tahun silam.

  Gadis penggemar Patrick Star dan matahari ini sedang menempuh pendidikan di bangku kelas tiga SMA. Sebelum aktif mengusung konten  hand lettering di feeds  Instagramnya, ia juga aktif dengan konten berbau K-Pop.

  Jatuh cinta menjadi salah satu alasan mengapa @heyongenest aktif menghadirkan  quotes dalam setiap unggahannya.







Moderator: Masya Allah,  luar biasa sekali, yaa, di usia yang masih terbilang sangat muda, Kakak sudah produktif.
  
  Oh, yaa, Kak Kalau boleh tahu, apa yang melatarbelakangi Kakak sehingga tertarik dengan seni, khususnya seni lettering?

Narasumber: Awalnya karena tidak sengaja nonton video tutorial buat tulisan kaligrafi (hand lettering). Kok bagus & rapi lihatnya juga enak, apalagi kalo dibikin catatan juga pasti bewarna & tidak bosen liatnya. Akhirnya coba-coba dan keterusan sampai sekarang, hehe, itu saja sih




Moderator: Masya Allah,  tidak kebayang, sih,  Kak, gimana susahnya dan melawan rasa malasnya .

Narasumber: Yang paling utama harus niat sih,  jadi kalo ada niat pingin bisa harus banyak latihan nulis, kadang capek sendiri karena tidak bisa-bisa terus jadi males juga tapi males males an nya tadi dibuat jeda istirahat biar bisa bangkit lagi.





Moderator: Lalu, bagaimana cara Kak Loly dalam mengatasi rintangan demi rintangan tersebut?

Narasumber: Iya kak bahkan sampai saat ini aku juga masih sering corat-coret buat latihan, karena menurut ku, aku bisa tapi ga bisa-bisa banget. Jadi aku pingin lebih meningkatkan kemampuan ku di bidang lettering ini.
  

  Buat ngatasi masalah itu aku banyak latihan nulis & berusaha pede sama hasil lettering nya walaupun belepotan, lebih ke kasih penghargaan ke diri sendiri gitu walaupun jelek yang penting sudah usaha, lambat laut nanti pasti jauh lebih bagus lagi.






Moderator: Kasih tips dong, Kak untuk kami para pemula jua Sobat Heyoland dalam membuat lettering.

Narasumber: Tips membuat lettering buat pemula dari aku itu yang pertama harus ada niat, masalah tidak punya brush pen bukan berarti kita tidak bisa belajar. Kita bisa kok akali menggunakan pulpen/pensil soalnya awal belajar bikin tulisan lettering itu aku pakai pulpen & pensil doang. Kedua banyakin latihan nulis karena tidak mungkin dong ya kita awal belajar langsung bisa pasti ada proses nya. Dan yang ketiga itu harus pede sama hasil lettering nya  tidak peduli bagus ataujelek




Moderator:  Masya Allah
  Jadi, sebagai pemula kita harus punya bekal niat, alat seadanya, dan memberikan penghargaan untuk diri kita sendiri, yaa, Kak.
  

  Saya lihat di feeds Instagram Kakak, banyak sekali konten quotes yang dibuat dengan lettering. Kalau boleh tahu, dari mana sumber inspirasi Kak Loly dalam membuat  quotes tersebut?

Narasumber: Sumber inspirasi biasanya dari pengalaman pribadi, jadi kadang saya bikin quotes buat nyemangatin saya sendiri dan mungkin juga ada orang yang kondisinya sama kayak saya jadikan bisa bantu dia juga. Selain itu juga bisa dari lingkungan & orang-orang disekitar juga




Moderator: Jadi, inspirasinya dari banyak hal, yaa, Kak. Tidak melulu dari pengalaman pribadi, tetapi bisa juga dari hal-hal yang relate dengan kehidupan di sekitar kita.
  Dan, kenapa membuat akun Instagram dengan nama @heyongenest, Kak?


Narasumber: Sebelum menjadi @heyongenest yang sekarang itu dulunya akun pribadi, uname nya lolytazp. Waktu itu akhir kelas 9 dah mau UN aku suka cowok dan mungkin karena kasmaran aku jadi sering bikin kutipan cinta gitu terus aku post di Instagram lolytazp  hitung-htung sambil modus ngode, tapi sayangnya cintanya sepihak & tidak terbalas gitu.

  Berjalan satu tahun, diawal kelas 11 aku rombak lah akunnya jadi fangirl.ngenest (fangirl= cewek kpopers, ngenest= modal kuota)  karena waktu itu kpop lagi marak-maraknya batin aku ikutan ah, kali aja bisa tambah follower nya karena uname lolytazp itu seperti tidak ada peningkatan dan ternyata bener nama fangirl.ngenest itu ngebuat aku dan karya-karya ku dikenal banyak orang, sampai akhirnya akun fangirl.ngenest dihack orang tapi alhamdulilah bisa balik. Setelah introspeksi diri aku sadar kalo aku kek ngerasa sombong ke diri aku sendiri ini loh aku punya akun quotes followers banyak. Dari sini kita harus belajar jangan terlalu membanggakan apa yang kita punya.

  Satu tahun berikutnya, awal kelas 12. Akunnya aku rombak jadi heyongenest (labil banget kan) nama heyo itu plesetan dari kata hello, dan ngenest itu biar orang-orang inget kalo dulu akun ini fangirl.ngenest, karena waktu itu - sekarang aku udah tidak begitu ikutin kpop, masih suka tapi tidak fanatik seperti lebih apa yang enak di lihat ya di liat yang ga suka aku lewati (terserah kalian mau bilang aku musiman, tapi emang faktanya aku gini). Dan aku juga mikir percuma aku upload kpop terus yang tidak begitu aku suka, aku maunya upload yang aku suka (lettering) bukan apa yang orang lain butuhin (quotes kpop). Awal ganti konten banyak yang tidak suka, udah seperti tidak ada harapan lagi tapi sampai sekarang aku tetap bertahan. Intinya aku mau berkarya dan menyalurkan inspirasi ke orang lain.


Moderator: Masya Allah, prosesnya sangat panjang, dan saya yakin itu tidak mudah buat Kak Loly. Pasti ada masa di mana Kakak pengen nyerah ngurus akun itu, tapi sangat luar biasa karena Kakak mampu bertahan hingga detik ini .

Dan, yaa.
  Tulisan Kakak sangat relate dengan kisah asmara yang mungkin nggak cuma dirasakan oleh Kakak seorang, tetapi saya, dan para followers @heyongenest.

  Hadirnya akun @heyongenest seperti memberikan afirmasi, bukan menambah patah hati. Semoga ke depannya akan senantiasa baik-baik saja, yaa, Kak. Dan, selalu semangat dalam menebarkan semangat juang ngode, ehe!

[
Narasumber: Iya Aamiin kak, buat kakak dan teman-teman lain disini juga semangat ya.





Moderator: Terima kasih untuk segala doa baiknya, yaa  Baik, pertanyaan terakhir, nih, Kak.
   Project seperti apa yang ingin Kak Loly kerjakan untuk sobat-sobat Heyoland ke depannya?

Narasumber: Project kedepannya, saya pingin suatu saat quotes yang dibuat di akun @heyongenest bisa di buku kan biar ada bukti aja sih kalo saya punya karya, karena kadang ada beberapa orang yang kurang bertanggungjawab suka ngaku-ngaku quotes yang saya buat dari otak saya sendiri gitu




Moderator: Masya Allah
 Semoga projectnya dapat terlaksana dengan baik suatu hari nanti, yaa, Kak. Aamiin.



Wednesday, February 19, 2020

NOTULENSI DI: Beramal dengan Seni


NOTULENSI DISKUSI INTROVERTED
BERAMAL DENGAN SENI
7 Desember 2019











Moderator 1: Faisal
Moderator 2: Amelia
Narasumber: Dita Nurul Abidah




Profil Narasumber:

  Dita Nurul Abidah, founder dari @gendhukstory ini lahir dan besar di Jombang, Februari  1996. Pernah menempuh pendidikan Strata 1 Desain Komunikasi Visual, berhasil membawanya untuk aktif dalam dunia ilustrasi, salah satunya dengan menjadi konten creator Instagram @gendhukstory.

  Motivasinya ialah kerjakan dengan lebih baik, kerjakan dengan hati, dan niatkan sebagai ibadah.




Moderator: Sesuai dengan topik diskusi malam ini, yakni Beramal Dengan Seni, kita Insya Allah akan membahas bagaimana kisah mbak Dita dalam menekuni dunia seni, terutama seni visual.
  Sebelumnya nih mbak, apa sih yang melatarbelakangi mbak Dita hingga tertarik ke dunia seni, terutama seni visual?

Narasumber: Seni Visual lebih mudah tersampaikan, dengan pesan yang sangat padat, ringan tapi mengena, dan didukung warna atau ilustrasi yang menjadi semakin mudah diingat. Pada dasarnya saya ada bakat & hobi dibidang seni visual, jadi kenapa tidak sekalian saja jadi buat hal yang bermanfaat dari hal kecil yang saya senangi.




Moderator: ketertarikan mbak Dita terhadap seni visual ini sejak kapan kah?

Narasumber: Alhamdulillah dari kecil orang tua membantu menggali bakat - bakat terpendam.
Jadi , Alhamdulillah dari kecil.





Moderator:  Sepertinya kondusif sekali ya mbak, memungkinkan passion mbak Dita terhadap seni visual tumbuh dengan subur.
  Lantas, selama mbak berlatih seni visual tersebut, rintangan apa saja yang mbak Dita hadapi?

Narasumber: Alhamdulillah. Nyatanya tidak subur yang terlihat.
  Hobi bakat seni pasti ada rasa bosan apalagi pendidikan juga dibidang seni. Lalu kalau bosan harus lari kebidang mana lagi. Alhasil mencari-cari dan galau pada masanya dan bertemulah dengan jahit-menjahit dan dagang.
  
  Sebenernya tidak ada rintangan saat berkarya, karena ini hal yang saya sukai, captionnya pun dari kisah diri sendiri atau teman yang kemudian diambil hikmahnya. Mungkin rintangannya berbeda pendapat dengan orang lain (ya dijawab saja dengan baik dan meninggalkan perdebatan) selain itu copy paste gambar dengan diilangin watermarknya kalau ini mau marah ya tidak bisa, dibiarin nglunjak, ditegur juga sudah terlanjur. Ya, sudahlah Allah tahu mana yang terbaik.




Moderator: Sepertinya saat hobi dan pekerjaan jadi satu, hal ini memang jadi masalah tersendiri ya mbak.
  Apakah mbak Dita sering menemukan para tukang copy paste ini?

Narasumber: sering sekali kakak…. Dan mau marah berujung dipendam sendiri




Moderator: Wah, repot juga ya menghadapi problem  seperti ini.
  Apa mbak pernah kepikiran untuk lapor atas dakwaan hak cipta misalnya?

Narasumber: belum kepikiran…
  Mikirnya ya sudahlah Allah maha tahu




Moderator: Tadi mbak bilang rintangan saat berkarya biasanya saat ada silang pendapat di postingan mbak, apakah biasanya hasil karya mbak diikuti dengan diskusi perihal isi postingan tersebut? Sepertinya menarik

Narasumber: Ada beberapa postingan yang ketika menyertakan hadits itu ada saja yang Direct Message dan berakhir diskusi.

  Maka dari itu postingan gendhuk hampir tidak pernah memakai caption hadits. Karena saya pribadi belum bisa membedakan mana yang sahih mana yang tidak.
Dan ada beberapa yang mengharamkan gambar.




Moderator:  Saya yakin pasti bakal asyik bila bisa diadakan ruang diskusi dari postingan mbak, yang dengan logis, dingin, dan objektif tentunya.
Tapi sepertinya demi menjaga perdamaian, mengurangi menyentuh hadits ya mbak?

Narasumber: Iya, ambil yang ringan - ringan saja yang gampang tersampaikan. Ya paling tidak yang saya atau orang lain alami dan sama-sama belajar, memotivasi, ambil hikmahnya.




Moderator: Mbak Dita, selaku seorang pegiat seni visual yang sudah banyak berkecimpung di bidangnya, saya ingin tanya nih mbak. Kira-kira kalau kita orang awam mau beramal dengan seni, yang paling mudah apa ya?
  Semacam: anak anak remaja yang ingin mencoba beramal dengan aktivitas seninya

Narasumber: berpakaian baik, mepadu padankan warna pakaian termasuk beramal dengan seni (orang ngeliatnya enak, sopan, adem, kan jadi nyenengin hati orang). Share postingan yang baik-baik, tulis pengalaman hidup yang pernah kamu alami dan akhirnya kamu paham hikmahnya (bisa disertakan hasil foto). Tidak hanya tentang seni, apapun yang kamu sukai dan niatnya baik pun bisa menjadi amal yang baik. Tidak perlu minder, malu karena pada dasarnya semua berproses.




Moderator: Masya Allah, catat ya teman - teman.
  Saya tidak menduga ternyata bakal sesimpel itu, tidak kepikiran juga kalau sharing dan cara berpakaian dihadapan orang lain juga termasuk beramal, Masya Allah.
  
Lanjut ke pertanyaan yang selanjutnya
Mbak Dita, sebagai founder dari @gendhukstory, kenapa diberi nama demikian? Apa cerita dibaliknya?

Narasumber: gendhukstory merupakan representasi dari perempuan muda Jawa. dibuat menjadi karakter sederhana dengan beragam tingkah laku seperti perempuan muda pada umumnya dengan beragam konflik keseharian. Gendhuk dibuat untuk berbagi cerita pengalaman dan menjadi konten yang bisa bisa memotivasi diri saya sendiri dan orang lain.




Moderator: Wah, keren ya..

  Namanya simple tapi gampang di ingat: @gendhukstory
Menuju ke pertanyaan terakhir, apa proyek yang ingin diadakan oleh @gendhukstory buat para followers gendhuk kedepannya, mbak Dita?


Narasumber: Konten - konten yang lebih menarik dan interaktif, pastinya semoga bisa lebih bermanfaat, syukur - syukur ada yang hijrah, dan semoga bisa dibukukan juga. Mohon doanya.




Moderator:  Kami doakan moga @gendhukstory makin baik, terasah, dan berkembang aamiin.

Narasumber: aamiin terimakasih.



Friday, February 14, 2020

NOTULENSI DI: Ayo Bercerita: Di Balik Layar @tanyanetizen.id


NOTULENSI DISKUSI INTROVERTED
Ayo Bercerita: Di Balik Layar Tanyanetizen.id
Jum'at, 14 Februari 2020














Moderator: Kharisma
Moderator Relay: Faisal
Narasumber: Admin Tanyanetizen.id





Profil Narasumber:

     @tanyanetizen.id, sebuah komunitas yang berdiri sekitar tujuh bulan yang lalu. Menghadirkan ruang bagi para netizen untuk bercerita, saling memberi semangat, serta support

     Salah satu motivasi teman-teman admin dalam membangun komunitas @tanyanetizen.id ini ialah agar teman-teman netizen yang mengalami Mental Health Issues dan Depression bisa merasa baik-baik saja setelah menyampaikan isi hatinya.

   Sebab itu, @tanyanetizen.id sangat mengedepankan anonimitas agar semua netizen dapat merasa nyaman ketika bercerita tanpa dibatasi oleh pagar-pagar suku, ras, agama, gender, dan lain sebagainya.



Moderator: Bagaimana latar belakang berdirinya komunitas @tanyanetizen.id ini?

Narasumber: Kami adalah sekelompok teman yang memiliki masalah yang sama : anxiety, depression, dan mental health issues in general. Waktu lebih muda dari sekarang kami sering sekali merasa khawatir akan banyak hal.

   Ketika sudah beranjak dewasa kami sadar bahwa mungkin disaat itu, sebenarnya yang kami butuhkan adalah teman atau tempat untuk sharing, tapi ketika teman itu tidak ada, gimana jadinya? Sebagai catatan, saya dan teman teman ini kebetulan orangnya introvert semua dan sangat tertutup.
Disini kami coba untuk bikin tanyanetizen, sebagai sebuah komunitas dimana semua orang bisa sharing dan cerita tentang masalah hidupnya. Kami berusaha memanfaatkan kekuatan sosial media untuk bisa menghadirkan wadah berdiskusi yang positif, dimana usernya bisa saling nyemangatin dan mendukung.  Nggak cuma masalah juga sebenarnya, kami ingin temen-temen netizen semua ini didengar kisah hidupnya, didengar pendapatnya, didengar opininya.

   Open mindedness juga adalah sesuatu yang ingin kita capai, supaya temen-temen bisa lebih memahami pluralitas dalam hidup di negara yang Bhinekka Tunggal Ika.




Moderator:  Lalu dari semua itu. Konten apa saja yang disajikan untuk para netizen di @tanyanetizen.id?

Narasumber: Sekarang ada dua konten, tanya dan curhat.

  Tanya ini adalah dimana para netizen boleh ngasih pertanyaan ke kita, untuk kemudian dipost dan dijawab oleh netizen lain. Dengan catatan pertanyaan ini nggak boleh bersifat personal, ya. harus bersifat umum.

Contoh 1:
-gimana sih kisah patah hati kalian yang paling dahsyat? (ini boleh)
-saya lagi patah hati nih, saya harus gimana? (ini gak boleh)

Contoh 2:
-Apa sih sakit paling parah yang pernah kamu alami? Gimana ceritanya? (ini boleh)
-Dada saya sakit, apa saya kena serangan jantung? (ini gak boleh)


   Kenapa seperti itu? Karena kami ingin mengundang para netizen ini untuk menceritakan kisah-kisah hidup mereka, melalui pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya lebih umum. Kami percaya bahwa kisah-kisah ini banyak macamnya ya. Ada yang inspiring, ada yang lucu, ada yang sedih, ada yang seneng, ada yang tragis; dan kita semua sebagai pembaca pasti bisa mengambil sesuatu dari kisah-kisah hidup tersebut.

   Nah, kemudian karena banyak sekali temen-temen yang curhat ke mimin tentang masalah personalnya, mimin fasilitasi dengan konten Curhat. Mreka boleh cerita masalah hidupnya sesukanya (tapi harus detail yah), dan boleh anonim. Mimin post, lalu temen temen yang laen boleh ngasi pendapat dan opini mereka akan masalah yang dihadapi oleh orang yang ngepost.
Intinya konten kami ini adalah perkawinan dari visi kami sebagai komunitas dan kebutuhan penggemar penggemar kami sih, kalau menuhin salah satu aja, gak bisa. Terlalu idealis gak baik, terlalu ngikutin pasar juga gak baik. Gitu.




Moderator: Dari semua cerita, curhatan.  Mengapa admin sangat mengedepankan anonimitas,  dan bagaimana cara menjaganya?

Narasumber: Kami ingin menciptakan komunitas dimana semua orang bisa bercerita sesukanya sih, tanpa perlu dibatasi oleh SARA dan lain sebagainya.

  Gak jarang nih ada kasus kayak gini, dia ini pernah kena pelecehan seksual. Dia mau cerita, tapi malu identitasnya kebongkar. Nah dengan anonimitas ini, dia tetep bisa cerita dan sharing tentang masalahnya tanpa perlu takut identitasnya kebongkar, kan. Andai tidak anonim, dia bakal malu untuk cerita.

   Atau yang pernah kejadian, ada satu temen minoritas yang ingin sharing kisah hidupnya, bagaimana rasanya tumbuh besar di lingkungan yang cukup rasis terhadap dia. Andai tidak anonim, cerita ini tidak akan mungkin keluar, karena begitu orang-orang tahu dia siapa, dia bisa kena bully di lingkungannya.

  Intinya, kebebasan berbicara dan berpendapat tanpa perlu nge-judge dulu, orang ini siapa, gitu.

   Cara menjaga anonimitas, karena sementara platform kami di Instagram, kami fasilitasi dengan jawaban lewat DM. Tim admin kami pun adalah temen-temen dan kerabat kami sendiri, yang mana udah kami kasih pengertian tentang betapa pentingnya konsep anonimitas ini. Tidak ada yang boleh membocorkan cerita ini dari siapa, yang nulis siapa, yang komentar siapa, etc..

  Cerita unik : pernah nih ada salah satu netizen curhat ke kita, lalu kita post. Lalu, ada satu orang temen nih yang sangat tersentuh dengan curhatan netizen itu. Dia tanya ke kita, “yang post siapa kak? Boleh nggak saya minta kontaknya? Saya sangat tersentuh dan ingin menolong dan menjadi teman orang ini”. Dalam koridor itupun tim admin tetap keukeuh nggak mau membongkar identitas orang ini siapa.

  Di detik dimana ada orang yang ngomong ke kita bahwa dia pingin di anonim-kan, kita akan jaga dia selamanya anonim. Di komunitas ini aturan mainnya kayak gitu sih.





Moderator: Ohiya. Apa harapan founder maupun tim admin untuk @tanyanetizen.id kedepannya?

Narasumber: Tentunya ingin bikin komunitas yang lebih besar, tapi nggak cuma besar aja, positif juga. Kami sangat memoderasi segala diskusi yang terjadi di kolom komentar kami. Percuma komunitas besar tapi isinya saling hina, saling ejek. Diskusi yang baik itu adalah ketika yang dipertanyakan itu opininya, pendapatnya, bukan personal orang yang mengeluarkan pendapat.

  Kalau dalam waktu yang deket banget nih, kami ingin develop website dan app, dan itu akan jadi rumah baru kami. Jadi nggak bergantung ke Instagram sebagai platform. Nantinya, di website dan app itu fiturnya adalah semua user akan anonim, bahkan alamat emailnya pun tidak akan diperlihatkan ke user lain. Selain itu, disana kalau komen-komenan bisa saling balas kan. Kalau sekarang di instagram, andai mau anonim, udah gak bisa tuh balas-balas.

  Di tahun ini juga kami ingin perbanyak kolaborasi bareng content creator lainnya, atau komunitas lain, seperti disini. Kami ingin reach out ke lebih banyak orang diluar sana untuk join ke komunitas kami. Bisa sharing-sharing, bisa dengerin sharingan orang lain. Lebih banyak sudut pandang yang bisa dilihat dalam sebuah persoalan kan

   Kami harap temen-temen yang disini juga pada waktunya nanti bisa dan mau untuk join ke komunitas kami, untuk saling sharing dan berbagi cerita. Boleh diawali dengan follow instagram kami lho hahaha





Moderator: @tanyanetizen.id ada berapa admin nih mas mimin ganteng. Kepo boleh dong.
Bagaimana peran dan tanggung jawan tim admin dibalik layar??

Narasumber: Sementara tim kami ini bener-bener kecil sih, dan cuma temen-temen dan kerabat-kerabat sendiri aja. Kami sadar bahwa untuk moderasi dan dengerin curhatan puluhan ribu orang ini bukan tugas yang mudah, kami gak ingin ujug-ujug milih admin yang tidak kami kenal untuk melayani mereka. Belum lagi kalau mreka gak bisa jaga anonimitas. Misal nih, ada cewe cakep yang curhat bahwa dia baru aja patah hati karena diputusin pacarnya. Andai admin tidak bisa menjaga profesionalitasnya, bisa diminta kontaknya lalu diembat habis tuh. Kan ga lucu.

   Quality over quantity lah, sementara ini. karena kondisinya masih di instagram.
Kalau masalah bagi-bagi tugas, itu juga atas dasar sukarela dan gotong royong sih. Kalau ngadmin-in gantian, ada shift2an-nya. Tapi kalau ada yang kebetulan repot gak bisa ngadmin-in yah saling cover sih, secara di tim kami ini kebetulan kebanyakan sudah kerja dan berkeluarga, pasti ada agendanya masing-masing.

Notulensi DI: "Memulai Karya Lewat Menulis"

  Diskusi Introverted Room Memulai Karya Lewat Menulis Oleh: Indriyani Sabtu, 5 Juni 2021         Profil Narasumber: Indri...