Blue Hair Girl, Cute

Friday, February 14, 2020

NOTULENSI DI: Ayo Bercerita: Di Balik Layar @tanyanetizen.id


NOTULENSI DISKUSI INTROVERTED
Ayo Bercerita: Di Balik Layar Tanyanetizen.id
Jum'at, 14 Februari 2020














Moderator: Kharisma
Moderator Relay: Faisal
Narasumber: Admin Tanyanetizen.id





Profil Narasumber:

     @tanyanetizen.id, sebuah komunitas yang berdiri sekitar tujuh bulan yang lalu. Menghadirkan ruang bagi para netizen untuk bercerita, saling memberi semangat, serta support

     Salah satu motivasi teman-teman admin dalam membangun komunitas @tanyanetizen.id ini ialah agar teman-teman netizen yang mengalami Mental Health Issues dan Depression bisa merasa baik-baik saja setelah menyampaikan isi hatinya.

   Sebab itu, @tanyanetizen.id sangat mengedepankan anonimitas agar semua netizen dapat merasa nyaman ketika bercerita tanpa dibatasi oleh pagar-pagar suku, ras, agama, gender, dan lain sebagainya.



Moderator: Bagaimana latar belakang berdirinya komunitas @tanyanetizen.id ini?

Narasumber: Kami adalah sekelompok teman yang memiliki masalah yang sama : anxiety, depression, dan mental health issues in general. Waktu lebih muda dari sekarang kami sering sekali merasa khawatir akan banyak hal.

   Ketika sudah beranjak dewasa kami sadar bahwa mungkin disaat itu, sebenarnya yang kami butuhkan adalah teman atau tempat untuk sharing, tapi ketika teman itu tidak ada, gimana jadinya? Sebagai catatan, saya dan teman teman ini kebetulan orangnya introvert semua dan sangat tertutup.
Disini kami coba untuk bikin tanyanetizen, sebagai sebuah komunitas dimana semua orang bisa sharing dan cerita tentang masalah hidupnya. Kami berusaha memanfaatkan kekuatan sosial media untuk bisa menghadirkan wadah berdiskusi yang positif, dimana usernya bisa saling nyemangatin dan mendukung.  Nggak cuma masalah juga sebenarnya, kami ingin temen-temen netizen semua ini didengar kisah hidupnya, didengar pendapatnya, didengar opininya.

   Open mindedness juga adalah sesuatu yang ingin kita capai, supaya temen-temen bisa lebih memahami pluralitas dalam hidup di negara yang Bhinekka Tunggal Ika.




Moderator:  Lalu dari semua itu. Konten apa saja yang disajikan untuk para netizen di @tanyanetizen.id?

Narasumber: Sekarang ada dua konten, tanya dan curhat.

  Tanya ini adalah dimana para netizen boleh ngasih pertanyaan ke kita, untuk kemudian dipost dan dijawab oleh netizen lain. Dengan catatan pertanyaan ini nggak boleh bersifat personal, ya. harus bersifat umum.

Contoh 1:
-gimana sih kisah patah hati kalian yang paling dahsyat? (ini boleh)
-saya lagi patah hati nih, saya harus gimana? (ini gak boleh)

Contoh 2:
-Apa sih sakit paling parah yang pernah kamu alami? Gimana ceritanya? (ini boleh)
-Dada saya sakit, apa saya kena serangan jantung? (ini gak boleh)


   Kenapa seperti itu? Karena kami ingin mengundang para netizen ini untuk menceritakan kisah-kisah hidup mereka, melalui pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya lebih umum. Kami percaya bahwa kisah-kisah ini banyak macamnya ya. Ada yang inspiring, ada yang lucu, ada yang sedih, ada yang seneng, ada yang tragis; dan kita semua sebagai pembaca pasti bisa mengambil sesuatu dari kisah-kisah hidup tersebut.

   Nah, kemudian karena banyak sekali temen-temen yang curhat ke mimin tentang masalah personalnya, mimin fasilitasi dengan konten Curhat. Mreka boleh cerita masalah hidupnya sesukanya (tapi harus detail yah), dan boleh anonim. Mimin post, lalu temen temen yang laen boleh ngasi pendapat dan opini mereka akan masalah yang dihadapi oleh orang yang ngepost.
Intinya konten kami ini adalah perkawinan dari visi kami sebagai komunitas dan kebutuhan penggemar penggemar kami sih, kalau menuhin salah satu aja, gak bisa. Terlalu idealis gak baik, terlalu ngikutin pasar juga gak baik. Gitu.




Moderator: Dari semua cerita, curhatan.  Mengapa admin sangat mengedepankan anonimitas,  dan bagaimana cara menjaganya?

Narasumber: Kami ingin menciptakan komunitas dimana semua orang bisa bercerita sesukanya sih, tanpa perlu dibatasi oleh SARA dan lain sebagainya.

  Gak jarang nih ada kasus kayak gini, dia ini pernah kena pelecehan seksual. Dia mau cerita, tapi malu identitasnya kebongkar. Nah dengan anonimitas ini, dia tetep bisa cerita dan sharing tentang masalahnya tanpa perlu takut identitasnya kebongkar, kan. Andai tidak anonim, dia bakal malu untuk cerita.

   Atau yang pernah kejadian, ada satu temen minoritas yang ingin sharing kisah hidupnya, bagaimana rasanya tumbuh besar di lingkungan yang cukup rasis terhadap dia. Andai tidak anonim, cerita ini tidak akan mungkin keluar, karena begitu orang-orang tahu dia siapa, dia bisa kena bully di lingkungannya.

  Intinya, kebebasan berbicara dan berpendapat tanpa perlu nge-judge dulu, orang ini siapa, gitu.

   Cara menjaga anonimitas, karena sementara platform kami di Instagram, kami fasilitasi dengan jawaban lewat DM. Tim admin kami pun adalah temen-temen dan kerabat kami sendiri, yang mana udah kami kasih pengertian tentang betapa pentingnya konsep anonimitas ini. Tidak ada yang boleh membocorkan cerita ini dari siapa, yang nulis siapa, yang komentar siapa, etc..

  Cerita unik : pernah nih ada salah satu netizen curhat ke kita, lalu kita post. Lalu, ada satu orang temen nih yang sangat tersentuh dengan curhatan netizen itu. Dia tanya ke kita, “yang post siapa kak? Boleh nggak saya minta kontaknya? Saya sangat tersentuh dan ingin menolong dan menjadi teman orang ini”. Dalam koridor itupun tim admin tetap keukeuh nggak mau membongkar identitas orang ini siapa.

  Di detik dimana ada orang yang ngomong ke kita bahwa dia pingin di anonim-kan, kita akan jaga dia selamanya anonim. Di komunitas ini aturan mainnya kayak gitu sih.





Moderator: Ohiya. Apa harapan founder maupun tim admin untuk @tanyanetizen.id kedepannya?

Narasumber: Tentunya ingin bikin komunitas yang lebih besar, tapi nggak cuma besar aja, positif juga. Kami sangat memoderasi segala diskusi yang terjadi di kolom komentar kami. Percuma komunitas besar tapi isinya saling hina, saling ejek. Diskusi yang baik itu adalah ketika yang dipertanyakan itu opininya, pendapatnya, bukan personal orang yang mengeluarkan pendapat.

  Kalau dalam waktu yang deket banget nih, kami ingin develop website dan app, dan itu akan jadi rumah baru kami. Jadi nggak bergantung ke Instagram sebagai platform. Nantinya, di website dan app itu fiturnya adalah semua user akan anonim, bahkan alamat emailnya pun tidak akan diperlihatkan ke user lain. Selain itu, disana kalau komen-komenan bisa saling balas kan. Kalau sekarang di instagram, andai mau anonim, udah gak bisa tuh balas-balas.

  Di tahun ini juga kami ingin perbanyak kolaborasi bareng content creator lainnya, atau komunitas lain, seperti disini. Kami ingin reach out ke lebih banyak orang diluar sana untuk join ke komunitas kami. Bisa sharing-sharing, bisa dengerin sharingan orang lain. Lebih banyak sudut pandang yang bisa dilihat dalam sebuah persoalan kan

   Kami harap temen-temen yang disini juga pada waktunya nanti bisa dan mau untuk join ke komunitas kami, untuk saling sharing dan berbagi cerita. Boleh diawali dengan follow instagram kami lho hahaha





Moderator: @tanyanetizen.id ada berapa admin nih mas mimin ganteng. Kepo boleh dong.
Bagaimana peran dan tanggung jawan tim admin dibalik layar??

Narasumber: Sementara tim kami ini bener-bener kecil sih, dan cuma temen-temen dan kerabat-kerabat sendiri aja. Kami sadar bahwa untuk moderasi dan dengerin curhatan puluhan ribu orang ini bukan tugas yang mudah, kami gak ingin ujug-ujug milih admin yang tidak kami kenal untuk melayani mereka. Belum lagi kalau mreka gak bisa jaga anonimitas. Misal nih, ada cewe cakep yang curhat bahwa dia baru aja patah hati karena diputusin pacarnya. Andai admin tidak bisa menjaga profesionalitasnya, bisa diminta kontaknya lalu diembat habis tuh. Kan ga lucu.

   Quality over quantity lah, sementara ini. karena kondisinya masih di instagram.
Kalau masalah bagi-bagi tugas, itu juga atas dasar sukarela dan gotong royong sih. Kalau ngadmin-in gantian, ada shift2an-nya. Tapi kalau ada yang kebetulan repot gak bisa ngadmin-in yah saling cover sih, secara di tim kami ini kebetulan kebanyakan sudah kerja dan berkeluarga, pasti ada agendanya masing-masing.

No comments:

Post a Comment

Notulensi DI: "Memulai Karya Lewat Menulis"

  Diskusi Introverted Room Memulai Karya Lewat Menulis Oleh: Indriyani Sabtu, 5 Juni 2021         Profil Narasumber: Indri...