Blue Hair Girl, Cute

Wednesday, February 19, 2020

NOTULENSI DI: Beramal dengan Seni


NOTULENSI DISKUSI INTROVERTED
BERAMAL DENGAN SENI
7 Desember 2019











Moderator 1: Faisal
Moderator 2: Amelia
Narasumber: Dita Nurul Abidah




Profil Narasumber:

  Dita Nurul Abidah, founder dari @gendhukstory ini lahir dan besar di Jombang, Februari  1996. Pernah menempuh pendidikan Strata 1 Desain Komunikasi Visual, berhasil membawanya untuk aktif dalam dunia ilustrasi, salah satunya dengan menjadi konten creator Instagram @gendhukstory.

  Motivasinya ialah kerjakan dengan lebih baik, kerjakan dengan hati, dan niatkan sebagai ibadah.




Moderator: Sesuai dengan topik diskusi malam ini, yakni Beramal Dengan Seni, kita Insya Allah akan membahas bagaimana kisah mbak Dita dalam menekuni dunia seni, terutama seni visual.
  Sebelumnya nih mbak, apa sih yang melatarbelakangi mbak Dita hingga tertarik ke dunia seni, terutama seni visual?

Narasumber: Seni Visual lebih mudah tersampaikan, dengan pesan yang sangat padat, ringan tapi mengena, dan didukung warna atau ilustrasi yang menjadi semakin mudah diingat. Pada dasarnya saya ada bakat & hobi dibidang seni visual, jadi kenapa tidak sekalian saja jadi buat hal yang bermanfaat dari hal kecil yang saya senangi.




Moderator: ketertarikan mbak Dita terhadap seni visual ini sejak kapan kah?

Narasumber: Alhamdulillah dari kecil orang tua membantu menggali bakat - bakat terpendam.
Jadi , Alhamdulillah dari kecil.





Moderator:  Sepertinya kondusif sekali ya mbak, memungkinkan passion mbak Dita terhadap seni visual tumbuh dengan subur.
  Lantas, selama mbak berlatih seni visual tersebut, rintangan apa saja yang mbak Dita hadapi?

Narasumber: Alhamdulillah. Nyatanya tidak subur yang terlihat.
  Hobi bakat seni pasti ada rasa bosan apalagi pendidikan juga dibidang seni. Lalu kalau bosan harus lari kebidang mana lagi. Alhasil mencari-cari dan galau pada masanya dan bertemulah dengan jahit-menjahit dan dagang.
  
  Sebenernya tidak ada rintangan saat berkarya, karena ini hal yang saya sukai, captionnya pun dari kisah diri sendiri atau teman yang kemudian diambil hikmahnya. Mungkin rintangannya berbeda pendapat dengan orang lain (ya dijawab saja dengan baik dan meninggalkan perdebatan) selain itu copy paste gambar dengan diilangin watermarknya kalau ini mau marah ya tidak bisa, dibiarin nglunjak, ditegur juga sudah terlanjur. Ya, sudahlah Allah tahu mana yang terbaik.




Moderator: Sepertinya saat hobi dan pekerjaan jadi satu, hal ini memang jadi masalah tersendiri ya mbak.
  Apakah mbak Dita sering menemukan para tukang copy paste ini?

Narasumber: sering sekali kakak…. Dan mau marah berujung dipendam sendiri




Moderator: Wah, repot juga ya menghadapi problem  seperti ini.
  Apa mbak pernah kepikiran untuk lapor atas dakwaan hak cipta misalnya?

Narasumber: belum kepikiran…
  Mikirnya ya sudahlah Allah maha tahu




Moderator: Tadi mbak bilang rintangan saat berkarya biasanya saat ada silang pendapat di postingan mbak, apakah biasanya hasil karya mbak diikuti dengan diskusi perihal isi postingan tersebut? Sepertinya menarik

Narasumber: Ada beberapa postingan yang ketika menyertakan hadits itu ada saja yang Direct Message dan berakhir diskusi.

  Maka dari itu postingan gendhuk hampir tidak pernah memakai caption hadits. Karena saya pribadi belum bisa membedakan mana yang sahih mana yang tidak.
Dan ada beberapa yang mengharamkan gambar.




Moderator:  Saya yakin pasti bakal asyik bila bisa diadakan ruang diskusi dari postingan mbak, yang dengan logis, dingin, dan objektif tentunya.
Tapi sepertinya demi menjaga perdamaian, mengurangi menyentuh hadits ya mbak?

Narasumber: Iya, ambil yang ringan - ringan saja yang gampang tersampaikan. Ya paling tidak yang saya atau orang lain alami dan sama-sama belajar, memotivasi, ambil hikmahnya.




Moderator: Mbak Dita, selaku seorang pegiat seni visual yang sudah banyak berkecimpung di bidangnya, saya ingin tanya nih mbak. Kira-kira kalau kita orang awam mau beramal dengan seni, yang paling mudah apa ya?
  Semacam: anak anak remaja yang ingin mencoba beramal dengan aktivitas seninya

Narasumber: berpakaian baik, mepadu padankan warna pakaian termasuk beramal dengan seni (orang ngeliatnya enak, sopan, adem, kan jadi nyenengin hati orang). Share postingan yang baik-baik, tulis pengalaman hidup yang pernah kamu alami dan akhirnya kamu paham hikmahnya (bisa disertakan hasil foto). Tidak hanya tentang seni, apapun yang kamu sukai dan niatnya baik pun bisa menjadi amal yang baik. Tidak perlu minder, malu karena pada dasarnya semua berproses.




Moderator: Masya Allah, catat ya teman - teman.
  Saya tidak menduga ternyata bakal sesimpel itu, tidak kepikiran juga kalau sharing dan cara berpakaian dihadapan orang lain juga termasuk beramal, Masya Allah.
  
Lanjut ke pertanyaan yang selanjutnya
Mbak Dita, sebagai founder dari @gendhukstory, kenapa diberi nama demikian? Apa cerita dibaliknya?

Narasumber: gendhukstory merupakan representasi dari perempuan muda Jawa. dibuat menjadi karakter sederhana dengan beragam tingkah laku seperti perempuan muda pada umumnya dengan beragam konflik keseharian. Gendhuk dibuat untuk berbagi cerita pengalaman dan menjadi konten yang bisa bisa memotivasi diri saya sendiri dan orang lain.




Moderator: Wah, keren ya..

  Namanya simple tapi gampang di ingat: @gendhukstory
Menuju ke pertanyaan terakhir, apa proyek yang ingin diadakan oleh @gendhukstory buat para followers gendhuk kedepannya, mbak Dita?


Narasumber: Konten - konten yang lebih menarik dan interaktif, pastinya semoga bisa lebih bermanfaat, syukur - syukur ada yang hijrah, dan semoga bisa dibukukan juga. Mohon doanya.




Moderator:  Kami doakan moga @gendhukstory makin baik, terasah, dan berkembang aamiin.

Narasumber: aamiin terimakasih.



No comments:

Post a Comment

Notulensi DI: "Memulai Karya Lewat Menulis"

  Diskusi Introverted Room Memulai Karya Lewat Menulis Oleh: Indriyani Sabtu, 5 Juni 2021         Profil Narasumber: Indri...