NOTULENSI
DISKUSI INTROVERTED
BERAMAL
DENGAN SENI
7
Desember 2019
Moderator 1: Faisal
Moderator 2: Amelia
Narasumber: Dita
Nurul Abidah
Profil Narasumber:
Dita Nurul Abidah,
founder dari @gendhukstory ini lahir dan besar di Jombang, Februari 1996. Pernah menempuh
pendidikan Strata 1 Desain Komunikasi Visual, berhasil membawanya untuk aktif
dalam dunia ilustrasi, salah satunya dengan menjadi konten creator Instagram
@gendhukstory.
Motivasinya ialah
kerjakan dengan lebih baik, kerjakan dengan hati, dan niatkan sebagai ibadah.
Moderator: Sesuai dengan topik diskusi malam ini, yakni Beramal Dengan Seni, kita Insya Allah akan membahas bagaimana kisah mbak Dita dalam menekuni dunia seni,
terutama seni visual.
Sebelumnya nih mbak, apa sih yang melatarbelakangi mbak
Dita hingga
tertarik ke dunia seni, terutama seni visual?
Narasumber:
Seni Visual lebih mudah tersampaikan, dengan pesan
yang sangat padat, ringan tapi mengena, dan didukung warna atau ilustrasi yang
menjadi semakin mudah diingat. Pada dasarnya saya ada bakat & hobi dibidang seni
visual, jadi kenapa tidak sekalian saja jadi buat hal yang bermanfaat dari hal kecil yang saya senangi.
Moderator: ketertarikan mbak
Dita terhadap seni visual ini sejak kapan kah?
Narasumber: Alhamdulillah dari kecil orang tua membantu menggali bakat - bakat terpendam.
Jadi , Alhamdulillah dari
kecil.
Moderator: Sepertinya kondusif sekali ya mbak, memungkinkan passion mbak Dita
terhadap seni visual tumbuh dengan subur.
Lantas, selama mbak
berlatih seni visual tersebut, rintangan apa saja yang mbak Dita hadapi?
Narasumber: Alhamdulillah. Nyatanya tidak subur yang terlihat.
Hobi bakat seni pasti
ada rasa bosan apalagi pendidikan juga dibidang seni. Lalu kalau bosan harus
lari kebidang mana lagi. Alhasil mencari-cari dan galau pada masanya dan
bertemulah dengan jahit-menjahit dan dagang.
Sebenernya tidak ada
rintangan saat berkarya, karena ini hal yang saya sukai, captionnya pun dari
kisah diri sendiri atau teman yang kemudian diambil hikmahnya. Mungkin rintangannya
berbeda pendapat dengan orang lain (ya dijawab saja dengan baik dan meninggalkan perdebatan)
selain itu copy paste gambar dengan diilangin watermarknya kalau ini mau marah
ya tidak bisa, dibiarin nglunjak, ditegur juga sudah terlanjur. Ya, sudahlah Allah tahu mana yang terbaik.
Moderator: Sepertinya saat
hobi dan pekerjaan jadi satu, hal ini memang jadi masalah tersendiri ya mbak.
Apakah mbak Dita sering menemukan para tukang copy paste ini?
Narasumber: sering
sekali kakak…. Dan mau marah berujung dipendam sendiri
Moderator:
Wah, repot
juga ya menghadapi problem seperti ini.
Apa mbak pernah
kepikiran untuk lapor atas dakwaan hak cipta misalnya?
Narasumber: belum kepikiran…
Mikirnya ya sudahlah Allah
maha tahu
Moderator:
Tadi mbak
bilang rintangan saat berkarya biasanya saat ada silang pendapat di postingan
mbak, apakah biasanya hasil karya mbak diikuti dengan diskusi perihal isi
postingan tersebut? Sepertinya menarik
Narasumber: Ada
beberapa postingan yang ketika menyertakan hadits itu ada saja yang Direct Message dan
berakhir diskusi.
Maka dari itu postingan gendhuk
hampir tidak pernah memakai caption hadits. Karena saya pribadi belum bisa
membedakan mana yang sahih mana yang tidak.
Dan ada beberapa yang mengharamkan gambar.
Moderator:
Saya yakin pasti bakal
asyik bila bisa diadakan ruang diskusi dari postingan mbak, yang dengan logis,
dingin, dan objektif tentunya.
Tapi sepertinya demi menjaga perdamaian,
mengurangi menyentuh hadits ya mbak?
Narasumber: Iya, ambil yang ringan - ringan saja yang gampang tersampaikan.
Ya paling tidak yang saya atau orang lain alami dan sama-sama belajar, memotivasi,
ambil hikmahnya.
Moderator: Mbak Dita, selaku
seorang pegiat seni visual yang sudah
banyak berkecimpung di bidangnya, saya ingin tanya nih mbak. Kira-kira kalau kita orang awam mau
beramal dengan seni, yang paling mudah apa ya?
Semacam: anak anak remaja yang ingin
mencoba beramal dengan aktivitas seninya
Narasumber: berpakaian baik, mepadu padankan warna pakaian termasuk
beramal dengan seni (orang ngeliatnya enak, sopan, adem, kan jadi nyenengin
hati orang). Share postingan yang baik-baik, tulis pengalaman
hidup yang pernah kamu alami dan akhirnya kamu paham hikmahnya (bisa
disertakan hasil foto). Tidak hanya tentang seni,
apapun yang kamu sukai dan niatnya baik pun bisa menjadi amal yang baik. Tidak perlu minder, malu
karena pada dasarnya semua berproses.
Moderator: Masya Allah, catat ya teman - teman.
Saya tidak menduga ternyata bakal sesimpel itu, tidak kepikiran juga kalau sharing dan cara
berpakaian dihadapan orang lain juga termasuk beramal, Masya Allah.
Lanjut ke pertanyaan
yang selanjutnya
Mbak Dita, sebagai founder dari
@gendhukstory, kenapa diberi nama demikian? Apa cerita dibaliknya?
Narasumber: gendhukstory merupakan representasi dari perempuan muda Jawa.
dibuat menjadi karakter sederhana dengan beragam tingkah laku seperti perempuan
muda pada umumnya dengan beragam konflik keseharian. Gendhuk dibuat untuk
berbagi cerita pengalaman dan menjadi konten yang bisa bisa memotivasi diri
saya sendiri dan orang lain.
Moderator:
Wah, keren ya..
Namanya simple tapi gampang di ingat: @gendhukstory
Menuju
ke pertanyaan
terakhir, apa proyek yang ingin diadakan oleh @gendhukstory buat para followers
gendhuk kedepannya, mbak Dita?
Narasumber: Konten - konten yang lebih
menarik dan interaktif, pastinya semoga bisa lebih bermanfaat,
syukur - syukur ada yang hijrah, dan semoga bisa dibukukan juga. Mohon doanya.
Moderator:
Kami doakan moga @gendhukstory
makin baik, terasah, dan berkembang aamiin.
Narasumber: aamiin terimakasih.

No comments:
Post a Comment