Kajian
Fiqih: Puasa Bagian I
26
April 2020
Kutipan:
Jadilah
orang baik ! Kalo belum bisa, berusahalah menjadi orang baik !
Kalo
belum bisa, sering-seringlah mendengarkan perkataan orang-orang baik !
Kalo belum bisa, cintailah orang-orang baik !
Kalo
belum bisa, jangan menghalang-halangi teman yang lagi belajar untuk baik !!!
-Ustadz
Ahmad Rifqi-
Profil
Narasumber:
Nama: Ahmad
Rifqi
Alamat:
Pagerbarang-Tegal
Pendidikan: SMA
& Pondok Pesantren (Ponpes Al-Falah Brebes. Nurul Hidayah Kaliwungu Kendal.
Daarul Falah Jepara)
Status: Menikah
Keutamaan berpuasa di Bulan Ramadan dan hikmah apa yang dapat dipetik
dari disyariatkannya berpuasa di Bulan Ramadan
Teman – teman pasti sudah banyak yangg tahu dan sepakat, bahwa bulan suci Ramadan merupakan bulan agung penuh berkah. Dimana setiap
amalan sunah dibulan Ramadan, akan diganjar setara dengan amalan wajib diluar Ramadan. Sedangkan amalan wajib dibulan Ramadan, akan dilipat gandakan menjadi 10x lipat,
100x lipat, bahkan 700x lipat dan seterusnya sampai hanya Allah yang tahu.
Jika bulan Ramadannya saja sudah sebegitu mulia dan agung, maka semua ibadah didalamnya juga akan bernilai tinggi.
Tak terkecuali dengan puasa Ramadan.
Keutamaan paling
populer tentang puasa Romadhon adalah
غفر له ما تقدم من ذنبه
"Jaminan langsung dari Rasulullah bagi siapa saja yang mau berpuasa, akan
diampuni semua dosa masa lalunya".
Hikmah
yang bisa kita petik dari puasa Ramadan
Sangat banyak, antara lain:
- Puasa bisa menyehatkan jasmani dan rohani.
- Puasa bisa meningkatkan rasa solidaritas kepada sesama.
- Puasa bisa meningkatkan semangat kita dalam berlomba - lomba untuk meraih kebaikan.
- Puasa bisa menyadarkan kita, betapa lemahnya kita sebagai manusia dihadapan Allah SWT.
- Puasa bisa menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dan inilah hikmah terbesar dr puasa Ramadan.
Sejarah disyariatkannya berpuasa di Bulan Ramadan, dan tahun mulai
diwajibkannya berpuasa serta latarbelakang dinamakan Ramadan
Sebelumnya, perlu
kita ketahui. Bahwa puasa merupakan ibadah yang sudah ada sebelum
masa Rasulullah SAW. Puasa ini telah
dilakukan oleh umat - umat sebelumnya. Bahkan ibadah puasa juga dikenal dan dilaksanakan oleh
saudara - saudara kita yang beragama non muslim. Seperti
orang - orang Yahudi misalnya, terkadang
mereka berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk syukur mereka kepada Tuhan, atas diselamatkanya Nabiyullah Musa AS dari kejaran Fir'aun dan bala pasukanya.
Sejarah mencatat,
disyariatkanya puasa Ramadan terjadi pada tahun ke-2 dari hijrahnya Rasulullah SAW. Rasulullah sebagai nabi terahir
diperintahkan oleh Allah untuk mengikuti ajaran – ajaran para nabi sebelumnya, tak terkecuali juga untuk mengikuti ajaran
nabiyullah
Ibrahim AS. Allah mengabarkan bahwa ajaran nabi Ibrahim penuh dengan keselamatan , disini saya bukan
berarti mengatakan bahwa selain nabi Ibrahim itu ajaranya kurang menyelamatkan.
Maka sesuai perintah Allah kepada Rasulullah untuk mengikuti ajaran
nabi Ibrahim, Allah pun memerintahkan Rasulullah dan umatnya untuk menjalankan ibadah puasa dengan turunnya ayat 183 dari surat Al-baqoroh yang cukup populer itu.
Kenapa
disebut Ramadan
Ramadan merupakan bahasa arab yang berasal dari kata Ramadhun (رمض) yang artinya panas.
Rasulullah bersabda:
إنما سمي رمضان لأنه يرمض الذنوب
"Disebut Romadhon, karena saat
itulah dosa - dosa manusia dibakar dan dihilangkan".
Ada kisah yang cukup menarik, saya
temukan dlm kitab Durrotunnasihin.
Allah menciptakan
akal dan kemudian berfirman, ”Wahai akal menghadaplah.” Maka akal pun
menghadap Allah, kemudian Allah berfirman,”Wahai akal berbaliklah.” Lalu
akal pun berbalik. Kemudian Allah bertanya, “Wahai akal siapakah aku?”
Lalu akal pun menjawab, “Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku, dan aku
adalah hambaMu yang lemah.” Lalu Allah berfirman ,”Wahai akal, tidak aku
ciptakan makhluk yang lebih mulia dari engkau.”
Setelah itu Allah
menciptakan nafsu, Allah pun berfirman, “Wahai nafsu, menghadaplah kamu.”
Nafsu tidak menjawab sepatah kata pun dan cuek akan perintah Allah.
Kemudian Allah
berfirman lagi, “Siapakah engkau, siapakah aku?” Lalu nafsu berkata,
“aku adalah aku, engkau adalah engkau.” Setelah itu Allah menghukum nafsu
selama 1000 tahun di neraka yang sangat panas.
Kemudian Allah
mengeluarkannya dan berfirman lagi, ”wahai nafsu siapa kamu?” Lalu nafsu
menjawab “aku adalah aku, engkau adalah engkau.” Lalu Allah berfirman,”Masih
begitu juga engkau nafsu?” Lalu Allah masukan lagi nafsu ke neraka selama
1000 tahun dan dilaparkan!
Kemudian Allah
mengeluarkannya dan berfirman, “Siapakah engkau dan siapakah aku?” Lalu
nafsu berkata, “aku adalah aku, engkau adalah engkau.” Setelah itu Allah
menghukum nafsu selama 1000 tahun di neraka yang sangat dingin.
Kemudian Allah
mengeluarkannya dan berfirman lagi, ”wahai nafsu siapa kamu?” Lalu nafsu
menjawab “aku adalah aku, engkau adalah engkau.” Lalu Allah berfirman,”Masih
begitu juga engkau nafsu?” Lalu Allah masukan lagi nafsu ke neraka selama
1000 tahun dan dilaparkan!
Setelah itu Allah
berfirman kepada nafsu, ”Wahai nafsu siapa kamu?” Lalu nafsu menjawab
aku adalah hamba-Mu dan Engkau adalah tuhanku. Lalu Allah berfirman “Wahai
nafsu sekarang engkau masuklah bersama tubuh anak Adam”.
Syarat
wajib puasa Romadhon
. 1. Beragama Islam Artinya,
tidak diwajibkan puasa bagi yang non muslim
2 2. Mukallaf,
yaitu mereka yg memang sudah dituntut tuk menjalankan syariat agama. Syarat mukallaf ada 2: berakal dan mencapai umur baligh. Artinya, tidak diwajibkan puasa bagi orang gila dan anak - anak kecil dibawah usia
baligh.
Adapun tanda anak dikatakan baligh adalah:
- Telah berumur 15 tahun (berdasarkan
hitungan hijriyyah) bagi anak Laki –
laki & Perempuan.
- Telah mengeluarkan air mani (baik lewat
mimpi ataupun dengan disengaja dengan cara onan atau masturbasi) bagi Laki –
laki & Perempuan, pada usia 9 tahun minimal.
- Telah mengeluarkan darah haid bagi anak perempuan, pada usia 9
tahun minimal.
3.
Mampu berpuasa
Artinya, tidak diwajibkan puasa bagi orang yang sangat tua. Dan tidak
diwajibkan pula bagi orang yang sedang sakit.
Rukun Puasa
Orang yang
berpuasa.
- Niat puasa setiap malam malamm Ramadan.
- Dimulai setelah masuk maghrib dan berakhir sampai masuk waktu subuh. Hal ini berlaku hanya untuk puasa wajib. Jika untuk puasa sunah maka batas akhir niat adalah sebelum masuk waktu zuhur, dengan syarat semenjak masuk waktu subuh sampai zuhur, ia belum melakukan hal - hal yang bisa membatalkan puasa.
- Meninggalkan semua hal yang bisa membatalkan puasa.
Hal - hal yang membatalkan puasa
Antara lain:
- Murtad (keluar dari islam).
- Datangnya haid.
- Datangnya nifas.
- Melahirkan.
- Gila.
- Mabok dan Epilepsi jika sehari penuh .
- Berhubungan badan secara sadar.
- Mengeluarkan sperma dengan disengaja.
- Muntah dengan disengaja.
- Memasukan sesuatu kedalam rongga terbuka tubuh yang ada 6 (mulut, hidung, telinga, dua lobang kemaluan, lobang puting payudara) dengan disengaja.
No comments:
Post a Comment