Blue Hair Girl, Cute

Saturday, June 13, 2020

Notulensi IR: Kajian Fiqih Puasa 1



Kajian Fiqih: Puasa Bagian I
26 April 2020






Kutipan:
Jadilah orang baik ! Kalo belum bisa, berusahalah menjadi orang baik !
Kalo belum bisa, sering-seringlah mendengarkan perkataan orang-orang baik !
 Kalo belum bisa, cintailah orang-orang baik !
Kalo belum bisa, jangan menghalang-halangi teman yang lagi belajar untuk baik !!!
-Ustadz Ahmad Rifqi-






Profil Narasumber:
Nama: Ahmad Rifqi
Alamat: Pagerbarang-Tegal
Pendidikan: SMA & Pondok Pesantren (Ponpes Al-Falah Brebes. Nurul Hidayah Kaliwungu Kendal. Daarul Falah Jepara)
Status: Menikah




Keutamaan berpuasa di Bulan Ramadan dan hikmah apa yang dapat dipetik dari disyariatkannya berpuasa di Bulan Ramadan


  Teman – teman  pasti sudah banyak yangg tahu dan sepakat, bahwa bulan suci Ramadan merupakan bulan agung penuh berkah. Dimana setiap amalan sunah dibulan Ramadan, akan diganjar setara dengan amalan wajib diluar Ramadan. Sedangkan amalan wajib dibulan Ramadan, akan dilipat gandakan menjadi 10x lipat, 100x lipat, bahkan 700x lipat dan seterusnya sampai hanya Allah yang tahu.
  Jika bulan Ramadannya  saja sudah sebegitu mulia dan agung, maka semua ibadah didalamnya juga akan bernilai tinggi. Tak terkecuali dengan puasa Ramadan.

  Keutamaan paling populer tentang puasa Romadhon adalah


غفر له ما تقدم من ذنبه
"Jaminan langsung dari Rasulullah bagi siapa saja yang mau berpuasa, akan diampuni semua dosa masa lalunya".




Hikmah yang bisa kita petik dari puasa Ramadan

Sangat banyak, antara lain:
  1. Puasa bisa menyehatkan jasmani dan rohani.
  2. Puasa bisa meningkatkan rasa solidaritas kepada sesama.
  3. Puasa bisa meningkatkan semangat kita dalam berlomba - lomba untuk meraih kebaikan.
  4. Puasa bisa menyadarkan kita, betapa lemahnya kita sebagai manusia dihadapan Allah SWT.
  5. Puasa bisa menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dan inilah hikmah terbesar dr puasa Ramadan.



Sejarah disyariatkannya berpuasa di Bulan Ramadan, dan tahun mulai diwajibkannya berpuasa serta latarbelakang dinamakan Ramadan


   Sebelumnya, perlu kita ketahui. Bahwa puasa merupakan ibadah yang sudah ada sebelum masa Rasulullah SAW. Puasa ini telah dilakukan oleh umat - umat sebelumnya. Bahkan ibadah puasa juga dikenal dan dilaksanakan oleh saudara - saudara kita yang beragama non muslim. Seperti orang - orang Yahudi misalnya, terkadang mereka berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk syukur mereka kepada Tuhan, atas diselamatkanya Nabiyullah Musa AS dari kejaran Fir'aun dan bala pasukanya.
  
  Sejarah mencatat, disyariatkanya puasa Ramadan terjadi pada tahun ke-2 dari hijrahnya Rasulullah SAW. Rasulullah sebagai nabi terahir diperintahkan oleh Allah untuk mengikuti ajaran ajaran para nabi sebelumnya, tak terkecuali juga untuk mengikuti ajaran nabiyullah Ibrahim AS. Allah mengabarkan bahwa ajaran nabi Ibrahim penuh dengan keselamatan , disini saya bukan berarti mengatakan bahwa selain nabi Ibrahim itu ajaranya kurang menyelamatkan. Maka sesuai perintah Allah kepada Rasulullah untuk mengikuti ajaran nabi Ibrahim, Allah pun memerintahkan Rasulullah dan umatnya untuk menjalankan ibadah puasa dengan turunnya ayat 183 dari surat Al-baqoroh yang cukup populer itu.

Kenapa disebut Ramadan

Ramadan merupakan bahasa arab yang berasal dari kata Ramadhun (رمض) yang artinya panas.
Rasulullah bersabda:

إنما سمي رمضان لأنه يرمض الذنوب
"Disebut Romadhon, karena saat itulah dosa - dosa manusia dibakar dan dihilangkan".

  Ada kisah yang cukup menarik, saya temukan dlm kitab Durrotunnasihin.

  Allah menciptakan akal dan kemudian berfirman, ”Wahai akal menghadaplah.” Maka akal pun menghadap Allah, kemudian Allah berfirman,”Wahai akal berbaliklah.” Lalu akal pun berbalik. Kemudian Allah bertanya, “Wahai akal siapakah aku?” Lalu akal pun menjawab, “Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku, dan aku adalah hambaMu yang lemah.” Lalu Allah berfirman ,”Wahai akal, tidak aku ciptakan makhluk yang lebih mulia dari engkau.”

  Setelah itu Allah menciptakan nafsu, Allah pun berfirman, “Wahai nafsu, menghadaplah kamu.” Nafsu tidak menjawab sepatah kata pun dan cuek akan perintah Allah.

  Kemudian Allah berfirman lagi, “Siapakah engkau, siapakah aku?” Lalu nafsu berkata, “aku adalah aku, engkau adalah engkau.” Setelah itu Allah menghukum nafsu selama 1000 tahun di neraka yang sangat panas.

  Kemudian Allah mengeluarkannya dan berfirman lagi, ”wahai nafsu siapa kamu?” Lalu nafsu menjawab “aku adalah aku, engkau adalah engkau.” Lalu Allah berfirman,”Masih begitu juga engkau nafsu?” Lalu Allah masukan lagi nafsu ke neraka selama 1000 tahun dan dilaparkan!

  Kemudian Allah mengeluarkannya dan berfirman, “Siapakah engkau dan siapakah aku?” Lalu nafsu berkata, “aku adalah aku, engkau adalah engkau.” Setelah itu Allah menghukum nafsu selama 1000 tahun di neraka yang sangat dingin.

  Kemudian Allah mengeluarkannya dan berfirman lagi, ”wahai nafsu siapa kamu?” Lalu nafsu menjawab “aku adalah aku, engkau adalah engkau.” Lalu Allah berfirman,”Masih begitu juga engkau nafsu?” Lalu Allah masukan lagi nafsu ke neraka selama 1000 tahun dan dilaparkan!

  Setelah itu Allah berfirman kepada nafsu, ”Wahai nafsu siapa kamu?” Lalu nafsu menjawab aku adalah hamba-Mu dan Engkau adalah tuhanku. Lalu Allah berfirman “Wahai nafsu sekarang engkau masuklah bersama tubuh anak Adam”.




Syarat wajib puasa Romadhon



 .                      1.     Beragama Islam Artinya, tidak diwajibkan puasa bagi yang non muslim
2             2.    Mukallaf, yaitu mereka yg memang sudah dituntut tuk menjalankan syariat agama. Syarat                    mukallaf ada 2: berakal dan mencapai umur baligh. Artinya, tidak diwajibkan puasa bagi                      orang gila dan anak - anak kecil dibawah usia baligh.

Adapun tanda anak dikatakan baligh adalah:
- Telah berumur 15 tahun (berdasarkan hitungan hijriyyah) bagi anak Laki – laki & Perempuan.
- Telah mengeluarkan air mani (baik lewat mimpi ataupun dengan disengaja dengan cara onan atau masturbasi) bagi Laki – laki & Perempuan, pada usia 9 tahun minimal.
- Telah mengeluarkan darah haid bagi anak perempuan, pada usia 9 tahun minimal. 

        3. Mampu berpuasa
Artinya, tidak diwajibkan puasa bagi orang yang sangat tua. Dan tidak diwajibkan pula bagi orang yang sedang sakit.



Rukun Puasa




Orang yang berpuasa.

  1. Niat puasa setiap malam malamm Ramadan.
  2. Dimulai setelah masuk maghrib dan berakhir sampai masuk waktu subuh. Hal ini berlaku hanya untuk puasa wajib. Jika untuk puasa sunah maka batas akhir niat adalah sebelum masuk waktu zuhur, dengan syarat semenjak masuk waktu subuh sampai zuhur, ia belum melakukan hal - hal yang bisa membatalkan puasa.
  3. Meninggalkan semua hal yang bisa membatalkan puasa.




Hal - hal yang membatalkan puasa


Antara lain:
  1.  Murtad (keluar dari islam).
  2. Datangnya haid.
  3. Datangnya nifas.
  4. Melahirkan.
  5. Gila.
  6. Mabok dan Epilepsi jika sehari penuh .
  7. Berhubungan badan secara sadar.
  8. Mengeluarkan sperma dengan disengaja.
  9. Muntah dengan disengaja.
  10. Memasukan sesuatu kedalam rongga terbuka tubuh yang ada 6 (mulut, hidung, telinga, dua lobang kemaluan, lobang puting payudara) dengan disengaja.

No comments:

Post a Comment

Notulensi DI: "Memulai Karya Lewat Menulis"

  Diskusi Introverted Room Memulai Karya Lewat Menulis Oleh: Indriyani Sabtu, 5 Juni 2021         Profil Narasumber: Indri...