Blue Hair Girl, Cute

Monday, February 15, 2021

Notulensi DI : Hijrah dalam Arti yang Sebenarnya

 

Diskusi Introverted Room

Hijrah dalam Arti yang Sebenarnya

Oleh: Hasmiah

Minggu, 14 Februari 2021





Profil Narasumber :

Hasmiah, gadis kelahiran Ujung Pandang, 14 Desember 1997 ini tengah menempuh pendidikannya di STIE Tridharma Nusantara Makassar.

Gadis yang gemar membaca ini selain aktif bekerja di bidang _accounting,_ ia juga aktif mengembangkan kontennya melalui akun Instagram pribadinya, yakni @hsmiahhmd. Mottonya ialah "Kejarlah akhiratmu, maka dunia pun akan mengikuti."

Hasmiah biasa berselancar dan menginspirasi di Instagram @hsmiahhmd.


Arti Hijrah itu apa sih, mbaa?

Hijrah secara bahasa dapat diartikan sebagai berpindah, meninggalkan atau menjauhi. Sedangkan secara istilah, hijrah adalah sebuah proses peralihan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan cara meninggalkan segala sesuatu yang diharapkan oleh Allah SWT., seperti sabda Rasulullah Saw., “Orang-orang yang berhijrah adalah mereka yang meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT.” (H.R Al-Bukhori).

Setelah mengetahui pengertian dari hijrah, apa yang seharusnya kita mulai saat hijrah mbaa?

  1. Utamakan untuk meluruskan niat. Luruskan niat kita untuk berhijrah karena Allah SWT sebagai upaya dalam meraih ridha-Nya. Jangan niatkan hijrah untuk selain Allah, seperti berhijrah karena ingin mendapatkan jodoh yang sholeh atau sholehah. Niat tersebut sudah salah, sehingga perlu untuk diluruskan.
  2. Mencari teman yang sholeh atau shalihah. Perbaiki lingkungan pertemanan, jika dahulu semisal yang akhwat sering bergibah ketika berkumpul dengan temannya. Saat berhijrah cobalah untuk menghindari berkumpul untuk bergibah. Carilah teman-teman yang senantiasa mengingatkan kita ketika berbuat salah. 
  3. Dekatkan diri kepada Allah SWT. Banyak hal yang dapat dilakukan dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT., misalnya : mengkaji ilmu Islam, belajar tentang Islam. Hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu seperti sholat, puasa, sedekah, zakat, wakaf dan ibadah lainnya. Melakukan segala hal yang diniatkan kepada Allah atau telah meluruskan niat dapat membuat apa yang kita lakukan bernilai pahala. 
  4. Mengkaji Islam. Poin ini merupakan pengikat dari ketiga poin diatas. Belajar tentang Islam itu penting, karena tanpa mengkaji Islam kita tidak akan mengetahui apapun. Ilmu-ilmu yang kita ketahui sebenarnya sudah ditemukan dalam Islam. Pelajarilah Islam dari akarnya, karena tanpanya pemahaman kita akan dangkal dan hanya berfikir tentang dunia saja.

Mengapa umat Muslim itu harus memahami Islam secara mendalam, mbaa?

Sebelum mengetahui hal tersebut, coba renungkan apa tujuan dari diciptakannya manusia?

Sebelum itu mari kita contohkan sesuatu yang lebih sederhana, sebuah pabrik yang memproduksi flashdisk yang berguna untuk menyimpan data. Kemudian pena dibuat untuk dipakai menulis, semua hal diciptakan memiliki tujuannya. Begitu pula dengan penciptaan manusia, dimana manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Memahami ilmu Islam merupakan bagian dari beribadah itu sendiri. Dalam sebuah hadist, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” (H.R Ibmu Majah). 

Dari hadist tersebut dikatakan bahwa kita sebagai muslim diwajibkan untuk menuntut ilmu, tidak hanya ilmu dunia saja, melainkan ilmu yang memahamkan kita tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sebagaimana pedoman kita sebagai umat muslim adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah, untuk itu kita wajib untuk memahami dan mempelajarinya. Ilmu tersebut adalah ilmu syar’I yang dibagi menjadi 2, yaitu Fardhu Ain dan Fardhu Kifayah. Ilmu syar’i ini membuat kita mengetahui apa kewajiban-kewajiban kita, sifat-sifat Allah, hukum jual-beli dan lainnya. 


Dalam hidup pasti kita mengalami masalah dan ujian. Terkadang kita merasa hidup begitu berat bahkan seolah olah tak terlihat jalan keluarnya. Lantas bagaimana Islam memberikan solusi kepada umat atas berbagai masalah yang kita hadapi, mbaa?

Setiap manusia pasti memiliki masalah. Allah memberikan kita masalah dan ujian itu sesuai dengan kadar kemampuan kita. Masalah jangan kita anggap sebagai beban yang berat, jadikan masalah tersebut sebagai ujian dari Allah SWT dan jangan berpikiran bahwa kita tidak bisa menyelesaikannya. Allah tau kita bisa melalui ujian tersebut, yang membuat kita tidak bisa adalah pikiran kita itu sendiri. Ada 5 hal yang dapat kita lakukan untuk menenangkan diri kita atas masalah yang sedang kita hadapi, yaitu :

  1. Wudhu. Setiap kita ingin menyelesaikan sesuatu, cobalah untuk berwudhu terlebih dahulu. Wudhu dapat menenangkan kita, sehingga kita dapat merasakan kehadiran Allah bersama kita.
  2. Sholat. Tidak harus menunggu sholat wajib, kita bisa mengerjakan sholat sunnah seperti sholat dhuha, tahajud, taubat dan lainnya.
  3. Membaca Al-Qur’an. Disaat kita membaca Al-Qur’an kita akan mendapatkan ketenangan, seperti kita lupa akan masalah-masalah yang sedang kita hadapi. 
  4. Doa. Kita senantiasa berdoa kepada Allah atas segala yang terjadi pada hidup kita. 
  5. Bertawakal. Berserah diri bahwa Allah Maha Segalanya, sehingga kita tidak perlu takut atas apapun.

Apa langkahyang dapat kita lakukan untuk mempertahankan syariat Islam ditengah gempuran problematika kapitalisme dan bentuk-bentuk isme lainnya yang sedang marak saat ini, mbaa?

Dunia sedang dikacaukan dengan berbagai bentuk problematika, seperti kapitalisme, sekularisme. Dimana hal tersebut bertujuan untuk menghancurkan kita semua, terutama umat muslim. Seperti yang kita tahu bahwa umat muslim menjadi penduduk terbanyak di dunia, ini yang membuat para kapital berusaha untuk menghancurkan kita. 

Langkah pertama yang dapat kita lakukan adalah dengan mengkaji Islam, langkah berikutnya adalah sebarkan ilmu yang telah kita kaji sebelumnya dengan berdakwah. Para kapital gencar untuk menyebarkan pemahaman mereka, kita sebagai umat Islam tidak boleh kalah apalagi takut untuk berdakwah sebagai upaya untuk menyebarkan ajaran Islam. 

Carilah majelis-majelis ilmu yang mengkaji Islam, sehingga dengan majelis ilmu tersebut kita bisa lebih memahami Islam. Syariat Islam tidak hanya terkait puasa dan sholat saja, namun terkait dengan seluruh aktivitas yang kita lakukan selama di dunia ini. Ini menjadi alasan kenapa umat muslim harus belajar mendalami Islam itu sendiri untuk memperkuat pemahaman sehingga umat muslim tidak mudah goyah oleh pemahaman yang bertentangan dengan syariat Islam. Para kapital memiliki ideologi, begitupun umat muslim juga memiliki ideologi. Sehingga kita harus mempertahankan ideologi Islam itu sendiri. 

No comments:

Post a Comment

Notulensi DI: "Memulai Karya Lewat Menulis"

  Diskusi Introverted Room Memulai Karya Lewat Menulis Oleh: Indriyani Sabtu, 5 Juni 2021         Profil Narasumber: Indri...