Blue Hair Girl, Cute

Sunday, April 25, 2021

Notulensi IR: "Ramadan Adalah Bulan Al-Qur'an"

 

INTROVERT RAMADAN

Ramadan Adalah Bulan Al Qur'an

 Oleh: Ella Triana

Sabtu, 24 April 2021

 


 

 Profil Narasumber:

Ella Triana, mahasiswa semester akhir di Universitas Airlangga dan berdomisili di Jombang. Aktif  di lembaga dakwah kampus.

 

 Sejarah Turunnya Al Qur'an

Bila kita melihat dari firman Allah dalam Q.S Al-Qadr ayat 1-5 dan Q.S Ad-Dukhan ayat 3 menyebutkan turunya Al-Qur’an yakni pada malam mubarakah atau disebut dengan malam lailatul qadr. Yakni salah satu malam di bulan Ramadan yang pada malam tersebut telah dipenuhi berkah dan nikmat Allah yang tidak ternilai.

Kemudian, bagaimana proses turunnya Al-Qur’an? Proses turunnya Al-qur’an itu sendiri dibagi menjadi dua yakni:

Tahapan pertama Al-Qur’an turun dari Allah SWT dan disimpan di lauhul mahfuz.

Tahapan kedua dari lauzul mahfuz Al-Qur’an turun dan disimpan di Baitul Izzah atau langit dunia. Kemudian dari langit dunia inilah jibril membawa Al-Qur’an dan diturunkan kepada Rasullah ﷺ secara berangsur-angsur selama 23 tahun sesuai dengan peristiwa.

 

Proses Pembukuan Al Quran

 Pembukuan Al-Qur'an ini dibagi menjadi 3 periode:

 

Periode pertama, kita mulai pada masa Rasullah ﷺ para sahabat seperti Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab ditunjuk untuk menulis ayat-ayat Al-Qur’an. media penulisan saat itu masih berupa pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, dan potongan tulang-belulang binatang. penulisan Al-Qur’an pada masa Rasullah belum terkumpul menjadi satu mushaf hal tersebut disebabkan beberapa faktor, yakni:

Pertama,  tidak adanya faktor pendorong untuk membukukan Al-Qur’an menjadi satu mushaf mengingat Rasullah masih hidup disamping banyaknya sahabat yang menghafal Al-Qur’an dan sama sekali tidak ada unsur-unsur yang diduga akan mengangggu kelestarian Al-Qur’an.

Kedua, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur, maka suatu hal yang logis bila Al-Qur’an baru bisa dibukkukan dalam satu mushaf setelah Nabi SAW wafat.

Ketiga , selama proses turunnya Al-Qur’an, masih terdapat kemungkinan ayat-ayat Al-Qur’an yang mansukh.

 

Periode kedua, pembukuan Al-Qur’an pada masa pemerintahan Abu Bakar as-Shiddiq. Saat itu  terjadi perang Yamamah yang mengakibatkan 70 penghafal Al-Qur’an di kalangan nabi gugur. Karena banyaknya penghafal Al-Qur’an yang wafat di medan perang Kemudian Umar ibn al-Khattab meminta khalifah Abu Bakar as-Shiddiq untuk melakukan pengumpulan Al-Qur’an. awalnya beliau ragu akan rencana pengumpulan Al-Qur’an karena saat Rasullah belum pernah melakukannya sebelumnya, namun hal tersebut diyakinkan kembali oleh Umar ibn al-Khattab. Kemudian khalifah Abu Bakar Ash-shiddiq meminta Zaid Ibn Tsabit ( mantan juru tulis Nabi Muhammad ﷺ ) untuk menuliskannya dan menghimpunnya dalam satu mushaf.

 

Periode ketiga, pembukuan Al-Qur’an terjadi pada masa khalifah Ustman ibn Affan. Yakni ketika adanya keberagaman dalam cara membaca Al-Qur’an dikarenakan adanya perbedaan dialek antar suku yang berasal dari daerah yang berbeda-beda. Kekhawatiran inilah yang membuat Ustman ibn Affan mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku. Standart tersebut, yang kemudian dikenal dengan istilah cara penulisan Utsmani yang digunakan hingga saat ini. bersamaan dengan standarisasi ini, seluruh mushaf yang berbeda dengan standar yang dihasilkan diperintahkan untuk dimusnahkan ( dibakar ). Dengan proses ini Utsman berhasil mencegah bahaya laten terjadinya perselisihan di antara umat islam di masa depan dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur’an.

 

 

Pengertian Surah Makiyyah dan Madaniyah

Berdasarkan buku “Studi Al-Qur’an” karya muhammad Yasir, S.Th.I, MA dan Ade Jamaruddin, MA., Madaniyyah dan Makiyyah merupakan sifat nisbiyah yang berasal dari kata Makkah dan Madinah. dua unsur ini merupakan penamaan surah atau ayat dalam Al-Qur’an sesuai dengan turunnya. Misalnya surah yang diturunkan di Makkah merupakan surah-surah sebelum Nabi berhijrah disebut sebagai surah Makiyyah. Begitupun, dengan surah-surah yang turun di Madinah yakni ayat-ayat Al-Qur'an setelah Nabi hijrah dari makkah ke madinah yang sebut dengan surah Madaniyah.

 

Lalu, apa saja ciri-ciri surah Makkiyyah dan Madaniyyah?

Adapun ciri-ciri surah Makkiyyah selain diturunkan di Makkah yaitu :

1. Surah yang terdapat di dalamnya ayat Sajadah

2. Surah yang di dalamnya terdapat lafaz “Kalla” sekali-kali (tidak), demikian itu hanya terdapat pada bagian pertengahan sampai akhir Al-Qur’an.

3. Surah yang didalamnya terdapat kisah para Nabi dan umat masa lalu, kecuali al-Baqarah.

 

Ciri-ciri khusus pada surah Makkiyah yaitu:

1. Ayat-ayat maupun surat-suratnya itu sendiri pada umumnya pendek-pendek, ringkas tetapi memiliki makna mendalam.

2. Berisi dakwah menyangkut soal keimanan seperti tauhid, misi Rasul, hari kiamat, gambaran surga dan neraka dan kebangkitan dan balasan.

3. Meletakkan prinsip-prinsip umum tentang syari’ah dan akhlak.

 

Ciri-ciri surah Madaniyah:

1. Surah yang di dalamnya terdapat izin berperang atau menyebut soal peperangan dan menjelaskan hukum-hukumnya.

2. Surah yang didalamnya terdapat rincian hukum hadd, faraidh (pembagian harta pusaka), hukum sipil, hukum sosial, dan hukum antar negara.

3. Bantahan terhadap Ahli Kitab dan seruan agar mereka mau meninggalkan sikap berlebihan dalam mempertahankan agamanya.

 

Sementara ciri khususnya pada surah-surah Madaniyah adalah

1. Sebagian besar ayat-ayatnya panjang-panjang dan susunan kalimatnya mengenai soal-soal hukum bernada tenang.

2. Mengemukakan dalil-dalil dan pembuktian mengenai kebenaran agama islam secara rinci.

Nah, dari penjelasan di atas, teman-teman hari ini sedang tilawah di surah apa? Makkiyah atau Madaniyah? Dengan kita tahu ciri-ciri dari surah Makkiyah dan Madaniyah secara tidak langsung kita juga dibuat untuk mentadabburi Al-Qur’an. Kita jadi lebih tahu, bagaimana sejarah hidup Nabi melalui ayat-ayat Al-Qur’an.

 

Keutamaan Membaca Al Qur'an

Membaca satu huruf Al-Qur’an maka akan dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan.

Keutamaan diatas tentu tidak asing bukan? Keutamaan tersebut berdasarkan hadist berikut " Pelajarilah Al Quran ini, karena sesungguhnya kalian diganjar dengan membacanya setiap hurufnya 10 kebaikan, aku tidak mengatakan itu untuk الم , akan tetapi untuk untuk Alif, Laam, Miim, setiap hurufnya sepuluh kebaikan.” (Atsar riwayat Ad Darimy dan disebutkan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 660).

Kita bisa bayangkan, diluar bulan ramadan saja dilipatgandakan satu huruf nya dengan 10 kebaikan. Bagaimana di bulan suci dimana Al-Qur’an itu diturunkan? Tentu, akan semakin berlipat

Setiap kali bertambah kuantitas bacaan, bertambah pula ganjaran pahala dari Allah. Keutamaan ini berdasarkan hadist berikut “Tamim Ad Dary radhiyalahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam bersabda:  “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” ( HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab ShahihAlJami’,no.6468).

Membaca Al-Qur’an akan mendapatkan syafaat.

“Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:  “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya”  (HR. Muslim).

Membaca Al-Qur’an akan mendatangkan kebaikan

“Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:  “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala”  (HR. Muslim).

Dan masih banyak segudang keutamaan lainnya. Dari keutamaan di atas semoga memotivasi kita untuk senantiasa membaca Al-Qur’an terutama di bulan Ramadan ini.

 

Tips mengkhatamkan Al-Quran pada bulan Ramadan

1. Niat

Tentu, ini sangat penting. Karena dengan niat yang optimal, niat karena Allah. Meminta kepada Allah agar Ramadan kita selalu dihiasi dengan membaca Al-Qur’an maka kita secara sadar akan menghindar dari segala penghalang dan godaan dalam mengkhatamkan Al-Qur’an.

 

2. Tentukan target

Target setiap dari kita berbeda ada yang mau satu bulan khatam 3x ada yang khatam 2x atau minimal khatam 1x. maka dari target itu kita sudah menyiapkan planning untuk satu hari membaca berapa juz atau berapa lembar Al-Qur’an. saya ambil contoh 1x khatam, maka membaca Al-Qur’an perhari nya setelah sholat fardhu 2 halaman. Dengan begitu, target dapat diselesaikan dengan sesuai dan mudah.

 

3. Buat Ramadan Planner

Membuat Ramadan Planner akan membantu kita untuk membagi waktu antara ibadah harian lainnya dengan membaca Al-Qur’an. karena dengan membuat Ramadan Planner teman-teman bisa lebih disiplin dan teratur dalam menjalankan ibadah harian selama Ramadan.

 

4. Jauhi hal-hal yang membuat kita tidak fokus membaca Al-Qur’an.

Ketika sudah bersama Al-Qur’an maka kita harus menyiapkan fisik dan konsentrasi sepenuhnya untuk fokus membaca Al-Qur’an. kalau lelah, maka ambil istirahat dengan tidur sejenak atau membaca buku. Saya sarankan untuk menjauhi HP dulu ( karena sering membuat lalai loh!! ) sementara waktu, kita tahan dulu, sampai target membaca Al-Qur’an hari itu terpenuhi.

Nah, itu sedikit tips dari saya bagaimana cara mengkhatamkan Al-Qur'an. Kira-kira teman" punya strategi tersendiri untuk mengkhatamankan Al-Qur'an?

Notulensi IR: "Sudahkah Kita Benar-Benar Berpuasa"

 

INTROVERT RAMADAN

Sudahkah Kita Benar-Benar Berpuasa

 Oleh: Lusmitasari

Sabtu, 17 April 2021

 

 


 

Profil Narasumber:

Lusmitasari, Lulusan S1 Sastra Inggris Universitas Airlangga, merupakan seorang aktivis kampus dan penulis, yang telah menghasilkan banyak karya tulis, saat ini berdomisili di Bojonegoro, Jawa Timur.

 

 

Sejarah disyari'atkannya puasa Romadlon

 

Sebelum diwajibkan puasa Ramadhan, Rasulullah saw telah mendapatkan perintah puasa. Sebelum diwajibkan puasa Ramadhan, Rasulullah saw dan para sahabat telah mendapat perintah untuk mengerjakan puasa, di antaranya puasa tiga hari setiap bulan dan puasa pada tanggal 10 Muharram (Asyura’). Rasulullah saw berpuasa tiga hari pada setiap bulannya dan beliau berpuasa di hari Asyura, (HR Abu Daud).

Kemudian, turun ayat yang memerintahkan Rasulullah untuk mengerjakan puasa fardhu hanya di bulan Ramadhan. Sehingga semua puasa yang sudah ada sebelumnya tidak diwajibkan lagi dan kedudukannya menjadi sunnah.

Menurut Imam An-Nawawi yang ditulis dalam kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab, Rasulullah sempat berpuasa sebelum Ramadhan selama 17 bulan. Sementara kewajiban puasa di bulan Ramadhan disyariatkan pada tanggal 10 Sya’ban di tahun kedua setelah hijrah Nabi ke Madinah.

Nah, sejak saat itu, Rasulullah mulai menjalankan puasa Ramadhan sampai akhir hayatnya. Ibadah puasa yang dikenal sekarang adalah berkat pensyiaran dari 3 sumber utama :

Apa saja sumbernya? 🤔🤔

 

1️⃣ Surat Al-Baqarah ayat 185

"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya.

 

2️⃣ As Sunnah

Nah sumber kedua adalah As-Sunah. Ini berdasarkan salah satu hadits Rasulullah, yaitu Rasulullah bersabda, “Islam dibangun atas lima, syahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, pergi haji, dan puasa Ramadhan,” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadits lain yang menegaskan atas kewajiban ibadah puasa adalah dari Thalhah bin Ubaidillah r.a, bahwa seseorang datang kepada Nabi dan bertanya, “Ya Rasulullah saw, katakan padaku apa yang Allah wajibkan kepadaku tentang puasa?” Beliau menjawab, “Puasa Ramadhan.” “Apakah ada lagi selain itu?” Beliau menjawab, “Tidak, kecuali puasa sunnah,” (HR Bukhari dan Muslim).

Jadi, hadits tersebut menegaskan bahwa puasa yang hukumnya wajib hanya puasa di bulan Ramadhan. Meskipun ada puasa lain yang hukumnya juga wajib, misalnya puasa Qadha’ yang merupakan puasa turunan dari kewajiban puasa Ramadhan.

Selain itu ada pula puasa denda (kaffarah) bagi mereka yang melanggar aturan tertentu yang telah ditetapkan dan puasa Nadzar, puasa yang awalnya sunnah tapi karena keinginan dan perjanjian tertentu hukumnya menjadi wajib.

 

3️⃣  Ijma'

Sumber ketiga adalah ijma’. Secara ijma’, seluruh umat Islam sepanjang zaman telah sepakat atas kewajiban puasa Ramadhan bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat wajib puasa. Ijma’ ulama sampai kepada batas orang yang mengingkari kewajiban puasa di Ramadhan berarti dia keluar dari agama Islam. Itu mengingatkan bahwa puasa di bulan Ramadhan bukan hanya sekadar kewajiban, karena puasa Ramadhan merupakan bagian dari rukun Islam.

InshaaAllah itulah Kisah tentang pensyariatan berpuasa di bulan ramadan 👆👆👆✨ . Jadi intinya, sebelum diwajibkan puasa Romadlon, Rosululloh sudah berpuasa, kemudian setelah turun wahyu untuk berpuasa di bulan Romadlon, seluruh puasa selain Romadlon menjadi tidak wajib lagi.

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan agar ibadah puasa kita tidak sia-sia

 

Setelah kita tahu sejarah diwajibkannya puasa Romadlon, tentu kita wajib melaksanakannya. Nah, apa saja sih, hal-hal yang perlu diperhatikan agar ibadah puasa yang kita laksanakan ini tidak sia-sia?

Teman-teman ...

Puasa itu kan ibadah yang paling rahasia. Hanya Allah dan yang menjalankan ibadah puasa yang mengetahuinya. Lantas, bagaimana sih supaya puasa kita berfaedah dan tidak sia-sia? 🤔🤔

Begini caranya:

 

1️⃣ Luruskan Niat

Coba cek, gimana kabar niat ? Apakah masih lurus atau sudah berbelok. Cek ...

 

Dalam Islam, niat merupakan tolak ukur awal seseorang sebelum beramal. Meluruskan dan memperbarui niat (tajdidun niyat) menjadi hal penting sebelum menjalankan ibadah puasa. kalau niatnya udah kuat, udah kokoh, dan udah lurus, maka InshaaAllah puasanya akan sungguh sungguh dan tidak malas malasan.

 

2️⃣ Jaga Lisan

Selain menjaga perut dan kemaluan, seorang yang berpuasa juga wajib menjaga lisan dari  dusta (bohong), ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), dan sumpah palsu (hifdzul lisan). Semua ini harus benar-benar terjaga agar pahala puasa kita tidak terhapus karena lisan.

Jadi hati hati yaa, yuk jaga lisan kitaaa 😇😇.  Mari bersama menggunakan lisan kita hanya untuk yang baik baik.

 

3️⃣ Jaga Pandangan dan Pendengaran

Puasa itu ibarat latihan untuk menjadi orang takwa. Nah, untuk mencapai tujuan itu penting bagi orang berpuasa untuk menjaga pandangan dan pendengarannya.

Karena melihat secara bebas bisa menjadi faktor timbulnya keinginan dalam hati, maka syariat memerintahkan untuk menundukkan pandangan terhadap hal yang dikhawatirkan menimbulkan akibat buruk.

 

4️⃣ Puasa Karena Iman dan ikhlas

Setinggi tingginya amal adalah ikhlas. Berpuasa tanpa diiringi keimanan dan keikhlasan menjadi sia sia. Jadi coba cek, sudahkah kita ikhlas menjalankan ibadah puasa Ramadhan?

 

5️⃣ Hidupkan Ramadhan Dengan Amalan Kebaikan

Banyak amalan amalan yang dicontohkan Rasulullah ketika bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur'an. Bisa isi ramadhan dengan :

- Membaca Al Qur'an

- Menghafal Al Qur'an

- Mengamalkan Al Qur'an

- Sedekah

- Sholat Tahajud

- Sholat Duha

- Dan berbagai amalan sholih lainnya

 

InshaaAllah, itulah beberapa hal yang harus diperhatikan supaya puasa kita semakin berkah dan tidak sia sia ✨🙏. Jadi, kita harus meluruskan niat kita dalam menjalankan puasa, jaga lisan, jaga pandangan dan pendengaran, ikhlas, serta mengisi bulan Romadlon dengan amalan yg baik yaa.

Fokus kepada diri sendiri. Hisab diri sendiri. Khawatir kepada diri sendiri, karena kita tidak tau apakah amalan kita diterima atau tidak. Tapi tetap doa kita adalah semoga Allah ridho dengan amalan amalan kita.

 

 

Kiat-kiat agar bulan Romadlon lebih bermakna

 

Disamping hal-hal yg perlu diperhatikan agar puasa kita tidak sia-sia, tentu ada kiat-kiat yang bisa kita lakukan, agar bulan Romadlon ini menjadi lebih bermakna. Nah, apa saja sih kiat-kiatnya ..??

Tentu setiap orang punya tips yang berbeda ya. Jadi enjoy your Ramadhan dengan caramu sendiri. Tentunya pasti dengan amalan-amalan sholih yaa hehe.

1. Siapkan stok bahan berbuka puasa dan sahur

2. Penuhi kebutuhan nutisi dan cairan tubuh. Jangan sampai karena sedang puasa, kita jadi ndak aware sama kesehatan diri sendiri. Jadi harus tetap cerdas memilih asupan untuk tubuh.

3. Jaga Silaturahim

4. Bersedekah. Nah kita bisa memanfaatkan teknologi yang ada untuk bersedekah.

5. Buat target Ramadhan yang jelas. Merencanakan adalah bagian dari keberhasilan.

InshaaAllah itu yaa kiat-kiat yang bisa dilakukan ✨🙏

Untuk poin 5 terkait target Ramadhan itu bisa diturunkan dalam banyak kiat-kiat turunan, misal :

📍 Sholat duha 4 rakat setiap hari

📍 Tilawah 1 juz sehari

📍 Olahraga 15 menit setiap hari

📍 Memberi hadiah ke teman atau tetangga

📍 Sholat 5 waktu di awal waktu

📍 Sholat tahajud setiap hari

📍 Hafalan minimal 3 ayat per hari

Dan lain sebagainya.

 

Kiat-kiat yang lain pasti masih ada banyak, setiap orang punya kiat-kiat sendiri untuk mengisi hari-hari di bulan Romadlon yang indah ini ✨🌈. Yang penting di isi dengan amal sholih dan berfaedah ya teman-teman 😉

 

 

Hakikat dan hikmah ibadah puasa

 

Nah, masih ada satu poin pembahasan lagi nih, ini sekaligus inti dari diskusi kita malam ini. Sebetulnya, hakikat ibadah puasa itu bagaimana sih? dan apa saja hikmah yg terkandung dalam ibadah puasa?

Temen-temen, dengan memahami hakikat puasa, seseorang akan dengan ikhlas dan mengetahui tujuannya dalam berpuasa. Selain itu dengan mengetahui hakikat berpuasa, seseorang akan senantiasa menaati rukun dan sunah puasa sehingga puasanya dapat diterima di sisi Allah SWT.

 

- Hakikat Puasa Sesuai Al Qur'an

Hakikat puasa tertuang dalam perintah berpuasa di surat Al Baqarah ayat 183 .

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

 

- Hakikat Puasa Tak Hanya Menahan Hawa Nafsu

Jika seseorang telah melakukan puasa dengan sah, maka ketika ia menghadapi orang lain yang mengajaknya bercekcok atau sekedar menghinanya, ia hanya akan mengatakan pada dirinya “aku sedang berpuasa”. Selanjutnya, ia akan menunjukkan akhlak mulia pada orang tersebut.

Nah, selain menahan lapar, puasa mengajarkan kita untuk menjadi pribadi dengan akhlak baik dan mulia. Harusnya hal ini kita pahami secara menyeluruh. Mengapa? Karena kalau kita sudah paham, maka puasa akan terasa tambah nikmat

 

- Keajaiban Puasa

Dalam beberapa versi hadis dikatakan bahwa puasa adalah tameng, dan puasa adalah milik Allah sendiri, serta Allah sendiri lah yang nanti akan secara langsung membalasnya. Dijelaskan pula oleh Imam Al Ghazali bahwa Allah telah menyediakan satu tempat khusus di surga, yang pintunya bertuliskan Al-Rayyan (kesegaran, kedamaian) dan hanya bisa dimasuki oleh mereka yang ahli berpuasa. Dan puasa itu bisa membuat tubuh lebih sehat looh.

 

- Pahala Puasa Ramadhan

Pahala puasa Ramadan akan lebih berlipat karena bulan ramadhan adalah bulan yang paling mulia. Selain itu Puasa Ramadan juga merupakan puasa yang diwajibkan oleh Allah. Maka dari itu, siapa saja yang menjalankan puasa Ramadan akan mendapatkan pahala yang berlimpah.

 

Nah sekarang mari kita cek diri kita masing masing, apakah kita sudah paham betul hakekat puasa? Atau jangan jangan selama ini taunya puasa cuman nahan lapar sama haus doang?. Jadi, mari cek, dan tetap semangat memperbaiki diri. Semangat belajar, karena InshaaAllah semakin berilmu maka kita punya tau cara hidup di dunia yang fana ini.

Bulan Ramadhan sudah berlalu 5 hari, sungguh cepat dan tidak terasa. Cekkk, bagaimana 5 hari yang sudah berlalu itu?

Bagaimana sholat kita?

Bagaimana tilawah kita?

Bagaimana sedekah kita?

Bagaimana niat kita?

Mari evaluasi dan tingkatkan perbaikan. Tetap berdoa semoga kita diizinkan menuntaskan Ramadhan bulan ini dan dipertemukan dengan Ramadhan selanjutnya 💫🙏

InshaaAllah itu yaa teman-teman, hakikat puasa, dan beberapa hikmah yang terkandung di dalamnya. Semoga setelah kita tau hakikat dan hikmah puasa, kita jadi lebih semangat dalam menjalankan ibadah puasa Romadlon yang insyaallah tinggal 25 hari ini 💪🏻✨ Allahuma aamiin ya Rabb 💫

 

Tanya Jawab

 

1️⃣.

Nama          : Faisal

Domisili      : Kendal

Pertanyaan:

 

Assalamu'alaikum mbak Lusmi. Sebelumnya terima kasih atas pemaparan dan pembagian ilmunya, alhamdulillah buat saya bermanfaat.

 

Pertanyaan saya terkait salah satu poin yang dipaparkan mbak, yakni dari pertanyaan poin kedua.

 

Tadi mbak bilang bahwa 'puasa itu adalah ibadah paling rahasia. Hanya Allah dan yang berpuasa yang mengetahuinya". Nah saya benar benar tertarik dan penasaran dengan hal ini mbak, kok bisa puasa disebut ibadah paling rahasia? Saya baru pertama kali dengar soal ini.

Bisa tolong dijelaskan lebih lanjut? Terima kasih 🙏

 

Jawaban:

Salam Kenal Faisal

Terimakasih banyak ya sudah berkanan menyimak sampai sesi pemaparan selesai 💐🙏

 

Kenapa puasa itu ibadah paling rahasia ? 🤔

Karena hanya Allah dan yang menjalankan puasa saja yang tahu.

 

Rukun Islam yang terdiri dari lima perkara merupakan satu kesatuan penempaan ibadah yang dibutuhkan umat Islam mencapai kesempurnaan ketaqwaan. Ibadah puasa sebagai rukun Islam keempat dari lima rukun Islam, merupakan kewajiban bagi umat Islam yang dikerjakan dengan dasar iman dan penuh keikhlasan.

Ibadah rukun islam lainnya, sangat berbeda, misalnya salat menggunakan gerak atau aktifitas yang bisa dilihat orang lain. Demikian juga zakat dan ibadah haji, hanya orang yang mampu dengan syarat-syarat tertentu, diketahui orang lain, selain diri sendiri.

 

2️⃣.

Nama: Nada

Domisili: semarang

Pertanyaan : bagaimana si cara menghilangkan rasa malas/mager saat puasa?

 

Jawaban:

Terimakasih Nada atas pertanyaannya, InshaaAllah ini tips dari saya. Jika teman yang lain ada boleh ditambahkan 😇

 

1. Perbaiki sholatnya.

2. Buat target Ramadhan dengan detail dan jelas. Kalau Ramadhan saja punya visi, InshaaAllah hidup kita akan lebih semangaat. Jadi planning kan yang terbaik.

3. Doa, minta sama Allah supaya diangkat rasa malasnya.

4. Jangan kebanyakan cari alasan.

5. Jangan menunda sesuatu. Menunda-nunda sesuatu ini juga bisa membuat kita jadi pribadi pemalas.

6. Jalin silaturahim dengan teman. Dengan begitu kita akan mendapatkan aura positif dari saudara kita yang lain.

InshaaAllah itu yaa, semoga membantu ️🙏

 

3️⃣.

Nama : Udin

Domisili : JaTim

Pertanyaan :

Saya pernah dengar hadits atau qoul yg mengatakan kalau tidurnya orang puasa itu ibadah ..

Pertanyaan saya apakah qoul itu shohih ..?? Bukankah lebih baik mengisi bulan Ramadan dengan amalan2 yg bermanfaat ..??

 

Jawaban:

Terimakasih Udin atas pertanyaannya, 💫🙏 luar biasa semangatnya.

Ramadhan yang tidak dihiasi dengan amal sosial dan ibadah, rasanya kering dan gersang ibarat tinggal di rumah kosong sendirian

Jika, Ramadhan dilalui hanya dengan tiduran tiduran, sama artinya ingin mendapatkan penghasilan tetapi tidak bekerja. Tentu sikap seperti itu, bukanlah cerminan orang Islam. Mana mungkin? Ingin menjadi orang kaya tetapi hanya menghayal, ingin mendapat pahala atau upah tetapi tidak berbuat apa-apa.

Hadits itu, banyak pendapat yang meragukan 🙏. Bisa diperdalam ke guru yang lebih mendalami ilmu hadist juga yaaa.

Pemahaman yang tepat adalah bahwa bekerja orang yang berpuasa adalah jihad, kegiatannya adalah perjuangan dijalan Allah yang berlipat-lipat ganda pahalanya.

Wallahu alam bisshawab

 

Notulensi DI: "Memulai Karya Lewat Menulis"

  Diskusi Introverted Room Memulai Karya Lewat Menulis Oleh: Indriyani Sabtu, 5 Juni 2021         Profil Narasumber: Indri...