INTROVERT RAMADAN
Sudahkah Kita Benar-Benar Berpuasa
Oleh: Lusmitasari
Sabtu, 17 April 2021
Profil Narasumber:
Lusmitasari, Lulusan S1 Sastra Inggris Universitas Airlangga, merupakan seorang aktivis kampus dan penulis, yang telah menghasilkan banyak karya tulis, saat ini berdomisili di Bojonegoro, Jawa Timur.
Sejarah disyari'atkannya puasa Romadlon
Sebelum diwajibkan puasa Ramadhan, Rasulullah saw telah mendapatkan perintah puasa. Sebelum diwajibkan puasa Ramadhan, Rasulullah saw dan para sahabat telah mendapat perintah untuk mengerjakan puasa, di antaranya puasa tiga hari setiap bulan dan puasa pada tanggal 10 Muharram (Asyura’). Rasulullah saw berpuasa tiga hari pada setiap bulannya dan beliau berpuasa di hari Asyura, (HR Abu Daud).
Kemudian, turun ayat yang memerintahkan Rasulullah untuk mengerjakan puasa fardhu hanya di bulan Ramadhan. Sehingga semua puasa yang sudah ada sebelumnya tidak diwajibkan lagi dan kedudukannya menjadi sunnah.
Menurut Imam An-Nawawi yang ditulis dalam kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab, Rasulullah sempat berpuasa sebelum Ramadhan selama 17 bulan. Sementara kewajiban puasa di bulan Ramadhan disyariatkan pada tanggal 10 Sya’ban di tahun kedua setelah hijrah Nabi ke Madinah.
Nah, sejak saat itu, Rasulullah mulai menjalankan puasa Ramadhan sampai akhir hayatnya. Ibadah puasa yang dikenal sekarang adalah berkat pensyiaran dari 3 sumber utama :
Apa saja sumbernya? 🤔🤔
1️⃣ Surat Al-Baqarah ayat 185
"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya.
2️⃣ As Sunnah
Nah sumber kedua adalah As-Sunah. Ini berdasarkan salah satu hadits Rasulullah, yaitu Rasulullah bersabda, “Islam dibangun atas lima, syahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, pergi haji, dan puasa Ramadhan,” (HR Bukhari dan Muslim).
Hadits lain yang menegaskan atas kewajiban ibadah puasa adalah dari Thalhah bin Ubaidillah r.a, bahwa seseorang datang kepada Nabi dan bertanya, “Ya Rasulullah saw, katakan padaku apa yang Allah wajibkan kepadaku tentang puasa?” Beliau menjawab, “Puasa Ramadhan.” “Apakah ada lagi selain itu?” Beliau menjawab, “Tidak, kecuali puasa sunnah,” (HR Bukhari dan Muslim).
Jadi, hadits tersebut menegaskan bahwa puasa yang hukumnya wajib hanya puasa di bulan Ramadhan. Meskipun ada puasa lain yang hukumnya juga wajib, misalnya puasa Qadha’ yang merupakan puasa turunan dari kewajiban puasa Ramadhan.
Selain itu ada pula puasa denda (kaffarah) bagi mereka yang melanggar aturan tertentu yang telah ditetapkan dan puasa Nadzar, puasa yang awalnya sunnah tapi karena keinginan dan perjanjian tertentu hukumnya menjadi wajib.
3️⃣ Ijma'
Sumber ketiga adalah ijma’. Secara ijma’, seluruh umat Islam sepanjang zaman telah sepakat atas kewajiban puasa Ramadhan bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat wajib puasa. Ijma’ ulama sampai kepada batas orang yang mengingkari kewajiban puasa di Ramadhan berarti dia keluar dari agama Islam. Itu mengingatkan bahwa puasa di bulan Ramadhan bukan hanya sekadar kewajiban, karena puasa Ramadhan merupakan bagian dari rukun Islam.
InshaaAllah itulah Kisah tentang pensyariatan berpuasa di bulan ramadan 👆👆👆✨ . Jadi intinya, sebelum diwajibkan puasa Romadlon, Rosululloh sudah berpuasa, kemudian setelah turun wahyu untuk berpuasa di bulan Romadlon, seluruh puasa selain Romadlon menjadi tidak wajib lagi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan agar ibadah puasa kita tidak sia-sia
Setelah kita tahu sejarah diwajibkannya puasa Romadlon, tentu kita wajib melaksanakannya. Nah, apa saja sih, hal-hal yang perlu diperhatikan agar ibadah puasa yang kita laksanakan ini tidak sia-sia?
Teman-teman ...
Puasa itu kan ibadah yang paling rahasia. Hanya Allah dan yang menjalankan ibadah puasa yang mengetahuinya. Lantas, bagaimana sih supaya puasa kita berfaedah dan tidak sia-sia? 🤔🤔
Begini caranya:
1️⃣ Luruskan Niat
Coba cek, gimana kabar niat ? Apakah masih lurus atau sudah berbelok. Cek ...
Dalam Islam, niat merupakan tolak ukur awal seseorang sebelum beramal. Meluruskan dan memperbarui niat (tajdidun niyat) menjadi hal penting sebelum menjalankan ibadah puasa. kalau niatnya udah kuat, udah kokoh, dan udah lurus, maka InshaaAllah puasanya akan sungguh sungguh dan tidak malas malasan.
2️⃣ Jaga Lisan
Selain menjaga perut dan kemaluan, seorang yang berpuasa juga wajib menjaga lisan dari dusta (bohong), ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), dan sumpah palsu (hifdzul lisan). Semua ini harus benar-benar terjaga agar pahala puasa kita tidak terhapus karena lisan.
Jadi hati hati yaa, yuk jaga lisan kitaaa 😇😇. Mari bersama menggunakan lisan kita hanya untuk yang baik baik.
3️⃣ Jaga Pandangan dan Pendengaran
Puasa itu ibarat latihan untuk menjadi orang takwa. Nah, untuk mencapai tujuan itu penting bagi orang berpuasa untuk menjaga pandangan dan pendengarannya.
Karena melihat secara bebas bisa menjadi faktor timbulnya keinginan dalam hati, maka syariat memerintahkan untuk menundukkan pandangan terhadap hal yang dikhawatirkan menimbulkan akibat buruk.
4️⃣ Puasa Karena Iman dan ikhlas
Setinggi tingginya amal adalah ikhlas. Berpuasa tanpa diiringi keimanan dan keikhlasan menjadi sia sia. Jadi coba cek, sudahkah kita ikhlas menjalankan ibadah puasa Ramadhan?
5️⃣ Hidupkan Ramadhan Dengan Amalan Kebaikan
Banyak amalan amalan yang dicontohkan Rasulullah ketika bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur'an. Bisa isi ramadhan dengan :
- Membaca Al Qur'an
- Menghafal Al Qur'an
- Mengamalkan Al Qur'an
- Sedekah
- Sholat Tahajud
- Sholat Duha
- Dan berbagai amalan sholih lainnya
InshaaAllah, itulah beberapa hal yang harus diperhatikan supaya puasa kita semakin berkah dan tidak sia sia ✨🙏. Jadi, kita harus meluruskan niat kita dalam menjalankan puasa, jaga lisan, jaga pandangan dan pendengaran, ikhlas, serta mengisi bulan Romadlon dengan amalan yg baik yaa.
Fokus kepada diri sendiri. Hisab diri sendiri. Khawatir kepada diri sendiri, karena kita tidak tau apakah amalan kita diterima atau tidak. Tapi tetap do’a kita adalah semoga Allah ridho dengan amalan amalan kita.
Kiat-kiat agar bulan Romadlon lebih bermakna
Disamping hal-hal yg perlu diperhatikan agar puasa kita tidak sia-sia, tentu ada kiat-kiat yang bisa kita lakukan, agar bulan Romadlon ini menjadi lebih bermakna. Nah, apa saja sih kiat-kiatnya ..??
Tentu setiap orang punya tips yang berbeda ya. Jadi enjoy your Ramadhan dengan caramu sendiri. Tentunya pasti dengan amalan-amalan sholih yaa hehe.
1. Siapkan stok bahan berbuka puasa dan sahur
2. Penuhi kebutuhan nutisi dan cairan tubuh. Jangan sampai karena sedang puasa, kita jadi ndak aware sama kesehatan diri sendiri. Jadi harus tetap cerdas memilih asupan untuk tubuh.
3. Jaga Silaturahim
4. Bersedekah. Nah kita bisa memanfaatkan teknologi yang ada untuk bersedekah.
5. Buat target Ramadhan yang jelas. Merencanakan adalah bagian dari keberhasilan.
InshaaAllah itu yaa kiat-kiat yang bisa dilakukan ✨🙏
Untuk poin 5 terkait target Ramadhan itu bisa diturunkan dalam banyak kiat-kiat turunan, misal :
📍 Sholat duha 4 rakat setiap hari
📍 Tilawah 1 juz sehari
📍 Olahraga 15 menit setiap hari
📍 Memberi hadiah ke teman atau tetangga
📍 Sholat 5 waktu di awal waktu
📍 Sholat tahajud setiap hari
📍 Hafalan minimal 3 ayat per hari
Dan lain sebagainya.
Kiat-kiat yang lain pasti masih ada banyak, setiap orang punya kiat-kiat sendiri untuk mengisi hari-hari di bulan Romadlon yang indah ini ✨🌈. Yang penting di isi dengan amal sholih dan berfaedah ya teman-teman 😉
Hakikat dan hikmah ibadah puasa
Nah, masih ada satu poin pembahasan lagi nih, ini sekaligus inti dari diskusi kita malam ini. Sebetulnya, hakikat ibadah puasa itu bagaimana sih? dan apa saja hikmah yg terkandung dalam ibadah puasa?
Temen-temen, dengan memahami hakikat puasa, seseorang akan dengan ikhlas dan mengetahui tujuannya dalam berpuasa. Selain itu dengan mengetahui hakikat berpuasa, seseorang akan senantiasa menaati rukun dan sunah puasa sehingga puasanya dapat diterima di sisi Allah SWT.
- Hakikat Puasa Sesuai Al Qur'an
Hakikat puasa tertuang dalam perintah berpuasa di surat Al Baqarah ayat 183 .
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
- Hakikat Puasa Tak Hanya Menahan Hawa Nafsu
Jika seseorang telah melakukan puasa dengan sah, maka ketika ia menghadapi orang lain yang mengajaknya bercekcok atau sekedar menghinanya, ia hanya akan mengatakan pada dirinya “aku sedang berpuasa”. Selanjutnya, ia akan menunjukkan akhlak mulia pada orang tersebut.
Nah, selain menahan lapar, puasa mengajarkan kita untuk menjadi pribadi dengan akhlak baik dan mulia. Harusnya hal ini kita pahami secara menyeluruh. Mengapa? Karena kalau kita sudah paham, maka puasa akan terasa tambah nikmat
- Keajaiban Puasa
Dalam beberapa versi hadis dikatakan bahwa puasa adalah tameng, dan puasa adalah milik Allah sendiri, serta Allah sendiri lah yang nanti akan secara langsung membalasnya. Dijelaskan pula oleh Imam Al Ghazali bahwa Allah telah menyediakan satu tempat khusus di surga, yang pintunya bertuliskan Al-Rayyan (kesegaran, kedamaian) dan hanya bisa dimasuki oleh mereka yang ahli berpuasa. Dan puasa itu bisa membuat tubuh lebih sehat looh.
- Pahala Puasa Ramadhan
Pahala puasa Ramadan akan lebih berlipat karena bulan ramadhan adalah bulan yang paling mulia. Selain itu Puasa Ramadan juga merupakan puasa yang diwajibkan oleh Allah. Maka dari itu, siapa saja yang menjalankan puasa Ramadan akan mendapatkan pahala yang berlimpah.
Nah sekarang mari kita cek diri kita masing masing, apakah kita sudah paham betul hakekat puasa? Atau jangan jangan selama ini taunya puasa cuman nahan lapar sama haus doang?. Jadi, mari cek, dan tetap semangat memperbaiki diri. Semangat belajar, karena InshaaAllah semakin berilmu maka kita punya tau cara hidup di dunia yang fana ini.
Bulan Ramadhan sudah berlalu 5 hari, sungguh cepat dan tidak terasa. Cekkk, bagaimana 5 hari yang sudah berlalu itu?
Bagaimana sholat kita?
Bagaimana tilawah kita?
Bagaimana sedekah kita?
Bagaimana niat kita?
Mari evaluasi dan tingkatkan perbaikan. Tetap berdoa semoga kita diizinkan menuntaskan Ramadhan bulan ini dan dipertemukan dengan Ramadhan selanjutnya 💫🙏
InshaaAllah itu yaa teman-teman, hakikat puasa, dan beberapa hikmah yang terkandung di dalamnya. Semoga setelah kita tau hakikat dan hikmah puasa, kita jadi lebih semangat dalam menjalankan ibadah puasa Romadlon yang insyaallah tinggal 25 hari ini 💪🏻✨ Allahuma aamiin ya Rabb 💫
Tanya Jawab
1️⃣.
Nama : Faisal
Domisili : Kendal
Pertanyaan:
Assalamu'alaikum mbak Lusmi. Sebelumnya terima kasih atas pemaparan dan pembagian ilmunya, alhamdulillah buat saya bermanfaat.
Pertanyaan saya terkait salah satu poin yang dipaparkan mbak, yakni dari pertanyaan poin kedua.
Tadi mbak bilang bahwa 'puasa itu adalah ibadah paling rahasia. Hanya Allah dan yang berpuasa yang mengetahuinya". Nah saya benar benar tertarik dan penasaran dengan hal ini mbak, kok bisa puasa disebut ibadah paling rahasia? Saya baru pertama kali dengar soal ini.
Bisa tolong dijelaskan lebih lanjut? Terima kasih 🙏
Jawaban:
Salam Kenal Faisal
Terimakasih banyak ya sudah berkanan menyimak sampai sesi pemaparan selesai 💐🙏
Kenapa puasa itu ibadah paling rahasia ? 🤔
Karena hanya Allah dan yang menjalankan puasa saja yang tahu.
Rukun Islam yang terdiri dari lima perkara merupakan satu kesatuan penempaan ibadah yang dibutuhkan umat Islam mencapai kesempurnaan ketaqwaan. Ibadah puasa sebagai rukun Islam keempat dari lima rukun Islam, merupakan kewajiban bagi umat Islam yang dikerjakan dengan dasar iman dan penuh keikhlasan.
Ibadah rukun islam lainnya, sangat berbeda, misalnya salat menggunakan gerak atau aktifitas yang bisa dilihat orang lain. Demikian juga zakat dan ibadah haji, hanya orang yang mampu dengan syarat-syarat tertentu, diketahui orang lain, selain diri sendiri.
2️⃣.
Nama: Nada
Domisili: semarang
Pertanyaan : bagaimana si cara menghilangkan rasa malas/mager saat puasa?
Jawaban:
Terimakasih Nada atas pertanyaannya, InshaaAllah ini tips dari saya. Jika teman yang lain ada boleh ditambahkan 😇
1. Perbaiki sholatnya.
2. Buat target Ramadhan dengan detail dan jelas. Kalau Ramadhan saja punya visi, InshaaAllah hidup kita akan lebih semangaat. Jadi planning kan yang terbaik.
3. Doa, minta sama Allah supaya diangkat rasa malasnya.
4. Jangan kebanyakan cari alasan.
5. Jangan menunda sesuatu. Menunda-nunda sesuatu ini juga bisa membuat kita jadi pribadi pemalas.
6. Jalin silaturahim dengan teman. Dengan begitu kita akan mendapatkan aura positif dari saudara kita yang lain.
InshaaAllah itu yaa, semoga membantu ♥️🙏
3️⃣.
Nama : Udin
Domisili : JaTim
Pertanyaan :
Saya pernah dengar hadits atau qoul yg mengatakan kalau tidurnya orang puasa itu ibadah ..
Pertanyaan saya apakah qoul itu shohih ..?? Bukankah lebih baik mengisi bulan Ramadan dengan amalan2 yg bermanfaat ..??
Jawaban:
Terimakasih Udin atas pertanyaannya, 💫🙏 luar biasa semangatnya.
Ramadhan yang tidak dihiasi dengan amal sosial dan ibadah, rasanya kering dan gersang ibarat tinggal di rumah kosong sendirian
Jika, Ramadhan dilalui hanya dengan tiduran tiduran, sama artinya ingin mendapatkan penghasilan tetapi tidak bekerja. Tentu sikap seperti itu, bukanlah cerminan orang Islam. Mana mungkin? Ingin menjadi orang kaya tetapi hanya menghayal, ingin mendapat pahala atau upah tetapi tidak berbuat apa-apa.
Hadits itu, banyak pendapat yang meragukan 🙏. Bisa diperdalam ke guru yang lebih mendalami ilmu hadist juga yaaa.
Pemahaman yang tepat adalah bahwa bekerja orang yang berpuasa adalah jihad, kegiatannya adalah perjuangan dijalan Allah yang berlipat-lipat ganda pahalanya.
Wallahu a’lam bisshawab

No comments:
Post a Comment